Selama Pandemi, Kasus Curanmor di Pandeglang Meningkat

Data menunjukkan, peningkatan tersebut terjadi sebesar 25 persen dibanding tahun 2019 lalu. (Dendy/RRI)

KBRN, Pandeglang: Kasus pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) di Kabupaten Pandeglang meningkat selama masa pandemi Covid-19. Data menunjukkan, peningkatan tersebut terjadi sebesar 25 persen dibanding tahun 2019 lalu.

Kapolres Pandeglang, AKBP Maman Wahyudi menyebut, tahun lalu total kasus jenis tindak pidana Curanmor hanya 112 kasus dengan 40 kasus sudah diselesaikan.

"Tahun ini, jumlahnya melonjak jadi 144 kasus atau naik 32 kasus dibanding tahun sebelumnya. Sementara 46 pelaku telah diamankan," katanya dalam pres rilis ungkap kasus Tahun 2020 di Mapolres Pandeglang, Selasa (1/12/2020).

Baca juga: Polres Pandeglang Waspadai 17.800 Warga Pandeglang di Luar Daerah

Dari 144 kasus Curanmor itu, 127 diantaranya merupakan kategori pencurian kendaraan roda dua. 36 kasus sudah diselesaikan. Bahkan 28 kasus diantaranya telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Pandeglang.

"Sisanya 7 kasus masih dalan tahap penyidikan yang melibatkan 6 orang pelaku kejahatan," bebernya.

Maman menerangkan, pencurian itu terjadi diberbagai tempat, seperti parkiran rumah, sekolah, dan Pondok Pesantren. Melihat tren itu, pelaku memanfaatkan kelengahan pemilik kendaraan dengan menggunakan beraneka kunci pembobol kendaraan berupa kunci leter T.

"Itu terlihat dari barang bukti yang berada di tangan pelaku berupa 6 buah gagang kunci T dan 10 anak kunci T," jelasnya.

Baca juga: Diprotes Wartawan, Kapolres 'Pasang Badan' Minta Maaf

Selain Curanmor, Polres juga mengungkap tindak pidana narkotika dan peredaran obat-obatan terlarang selama Operasi Antik Kalimaya 2020. Dari kasus ini, korps bhayangkara mengamankan 10 orang pelaku dari 7 perkara.

"6 pelaku diantaranya merupakan pengedar dan sisanya ditetapkan sebagai pengguna penyalahgunaan narkotika," ucapnya.

Adapun barang bukti yang diamankan terdiri atas 9 gram narkoba jenis sabu, 294 gram ganja kering, dan 1.389 butir obat-obatan yang meliputi 1.093 butir Hexymer dan 296 butir Tramadol.

"Para pelaku diancam dengan hukuman pidana yang berbeda. Kalau pengedar sabu karena beratnya melebihi 5 gram, maka disankakan dengan UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana mati, penjara seumur hidup, atau pidana penjara minimal 6 tahun penjara dan paling lama 20 tahun," tutupnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00