Dua Pegawai Kejari yang Terlibat Kasus Sabu di Lapas Cilegon Tidak Ditetapkan Tersangka oleh Polisi

Wadirresnarkoba Polda Banten AKBP Nico Andreano (Tengah) didampingi Kabidhumas Polda dan Kalapas Kelas IIA Cilegon, menunjukkan barang bukti kepala charger yang berisi sabu.

KBRN, Serang : Lantaran tidak ada fakta hukum yang bisa membuktikan terhadap dua pegawai Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Cilegon, berinisial IW dan SD yang terlibat dalam kasus sabu seberat 5 gram di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cilegon pada Selasa (17/5/2022) yang lalu. IW dan SD tidak dijadikan sebagai tersangka oleh Polisi. Melainkan hanya sebagai saksi dalam kasus tersebut.

Namun demikian, Polisi menetapkan seorang napi kasus narkoba pada Lapas Cilegon berinisial DL dan memburu KT dan AP yang memesan sabu yang dibawa ke Lapas Cilegon oleh pegawai Kejari tersebut. Diketahui, DL memesan sabu dari KT dan KT memesan sabu dari AP yang saat ini KT dan AP telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang atau DPO oleh kepolisian Polda Banten.

Wadirresnarkoba Polda Banten, AKBP Nico Andreano mengatakan, alasan tidak diterapkannya kedua pegawai Kejari Cilegon menjadi tersangka dalam kasus tersebut yakni, tidak adanya fakta hukum yang membuktikan IW dan SD mengetahui ada sabu di dalam charger tersebut. SD hanya mengetahui akan menerima charger dari saudara IW yang akan diberikan kepada DL napi kasus narkoba lapas Cilegon yang saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka. Maka dari itu, terkait kasus sabu yang terjadi di dalam lapas Cilegon itu kedua pegawai Kejari Cilegon IW dan SD hanya dijadikan sebagai saksi bukan tersangka. 

"Sampai saat ini tidak ada fakta hukum yang bisa membuktikan saudara SD mengetahui didalam Charger yang diterimanya terdapat sabu. Saudara SD hanya menerima kepala Charger dan kabelnya untuk dibawa ke pintu utama (PU) Lapas Cilegon untuk diantarkan ke saudara DL ucap Nico saat konferensi pers di Mapolda Banten, Jumat (20/5/2022).

Sementara, Kepala Kejari Kota Cilegon, Ineke Indraswati membenarkan IW dan SD merupakan pegawai Kejari Cilegon. Dimana IW merupakan honorer dan SD merupakan Aparatur Sipil Negara atau ASN pada Kejari Cilegon. Ineke juga memastikan, bahwa yang terlibat dalam kasus sabu di Lapas Cilegon itu bukan Jaksa namun pegawai Honorer dan ASN pada Kejari Cilegon. 

"Sesuai apa yang disampaikan oleh Kabid Humas Polda Banten (Kombes Pol. Shinto Silitonga) IW adalah pegawai honorer Kejari Cilegon dan SD adalah pegawai (PNS) Kejari Cilegon dan bukan Jaksa," ujar Ineke.

Ineke menegaskan, terkait kasus sabu di dalam lapas  Cilegon yang melibatkan kedua pegawainya itu. Secara aturan tidak diperbolehkan pegawai Kejari membantu napi untuk membawakan titipan barang ke  dalam lapas dan terkait hal itu pihaknya telah melakukan pemeriksaan internal kepada bersama dengan Kejaksaan Tinggi atau Kejati Banten dan pihaknya saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan tersebut.

"Secara aturan peristiwa penitipan dan apapun tidak diperbolehkan secara aturan di kami (Kejari) Cilegon, maka kami di Kejaksaan Tinggi atau Kejati Banten telah melakukan pemeriksaan internal terhadap kedua pegawai Kejari Cilegon yang terlibat dalam kasus sabu itu. Adapun untuk hasilnya kami (Kejari) Cilegon masih menunggu hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh Kejati Banten," ucap Ineke.

Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol Shinto Silitonga menambahkan, dialam kasus sabu itu dua pegawai Kejari Cilegon bukan jaringan dan bukan tersangka melainkan hanya sebagai saksi dalam kasus sabu di Lapas Cilegon tersebut. 

"Dua orang honorer dan pegawai pada Kejaksaan Cilegon bukan jaringan dan keduanya bukan tersangka melainkan hanya saksi. Karena apa, berdasarkan fakta hukum keduanya tidak memiliki mens rea (niat seseorang untuk melakukan kejahatan) atas berangkatnya barang ini (Sabu seberat 5 gram) ke pintu utama Lapas Cilegon," ungkap Shinto.

Shinto juga menyampaikan, berdasarkan hasil penyelidikan terkait kasus ini dipastikan tidak ada pegawai Kejari Cilegon yang lainnya yang terlibat dalam kasus sabu tersebut.

"Berdasarkan hasil penyelidikan dipastikan tidak ada pegawai kejaksaan Cilegon yang lain yang terlibat dalam kasus tersebut. Jadi itu jawaban dari kami berdasarkan hasil penyelidikan," tandasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar