Kejari Cilegon Membenarkan Pegawainya Ditangkap Polisi Karena Sabu, Tapi Bukan Jaksa Melainkan Pegawai Tata Usaha

Ilustrasi gambar milik Pixabay

KBRN, Cilegon : Kejaksaan Negeri atau Kejari Kota Cilegon, membenarkan pegawainya ditangkap polisi usia mencoba membawa sabu masuk ke dalam Lapas Kelas IIA Cilegon, Selasa (17/5/2022)

Kasi Intel Kejari Cilegon, Atik Ariyosa saat dikonfirmasi menyampaikan, pegawai Kejari Cilegon tertangkap petugas saat mencoba membawa sabu ke dalam Lapas Cilegon, bukan seorang Jaksa melainkan sebagai pegawai Tata Usaha pada Kejari Cilegon. 

"Itu pegawai Tata Usaha yang biasa mempersiapkan sidang online untuk terdakwa di Lapas Cilegon," ucap Atik melalui sambungan seluler, Selasa (17/5/2022).

Atik menyampaikan, kasus tersebut saat ini telah ditangani oleh pihak Kepolisian Polda Banten dan untuk keterangan lebih lanjut pihaknya menunggu hasil penyelidikan yang dilakukan oleh pihak kepolisian Polda Banten.

"Saat ini masih penyelidikan, untuk perkembanganya nanti kita (Kejari Cilegon) sampaikan kepada publik," ujar Atik. 

Diberitakan sebelumnya, seorang diduga seorang Jaksa  pada Kejari Cilegon berinisial DRM diamankan polisi setelah terbukti mencoba membawa sabu ke dalam Lapas Kelas IIA Cilegon. Akibat perbuatannya itu, tersangka DRM kini telah mendekam di dalam Lapas Kelas IIA Cilegon, sementara untuk barang bukti sabu seberat 5 gram dan yang lainya kini telah dibawa oleh Direktorat Narkoba Polda Banten untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar