Diduga Kendalikan Narkoba dari Penjara, Puluhan Napi Dipindahkan ke Nusakambangan

KBRN, Cilegon: Puluhan warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cilegon, dipindahkan ke Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, Selasa (25/1/2020) malam. Mereka dipindahkan karena terindikasi mengendalikan peredaran narkoba dari balik bui.

"Mereka terindikasi sebanyak 40 orang mengendalikan narkoba. Belum ada bukti mereka mengendalikan dan berpeluang untuk mengendalikan, jadi untuk memutus itu kita gerak cepat kita sikat," ujar Kepala Lapas Kelas IIA Cilegon, Sudirman Jaya, Rabu (26/1/2022).

Dikatakan Sudirman, penentuan high risk napi yang dipindah ke Lapas Nusakambangan berdasarkan hasil asesmen PK.

"Semuanya itu terindikasi menjadi bandar-bandar narkoba, yang masih dalam kategori high risk (risiko tinggi)," imbuhnya.

Terpisah, Kadivpas Kanwil Kemenkumham Banten, Masjuno, membenarkan pihaknya telah memindahkan sebanyak 40 napi dari Lapas Kelas IIA Cilegon dan 18 napi asal Lapas Kelas IIA Serang ke Lapas Nusakambangan.

"Benar, total ada 58 narapidana yang dipindahkan dari Lapas Kelas IIA Cilegon dan Lapas Kelas IIA Serang. 55 orang merupakan narapidana kasus narkoba sedang 3 orang lainnya adalah narapidana kasus pembunuhan dengan kategori high risk," ucap Masjuno saat dikonfirmasi RRI melalui telepon selulernya.

Masjuno menerangkan, pemindahan narapidana bandar narkoba ke Nusakambangan dilakukan dengan pengawalan keamanan yang ketat. 

"Kami sangat berkomitmen untuk memerangi peredaran gelap narkoba. Tidak main-main. Ini tak lain bertujuan untuk memutus mata rantai peredaran narkoba," tegasnya.

Masjuno mengajak kepada semua pihak agar berperan aktif dalam mencegah peredaran narkoba di Banten khususnya dan di Indonesia umumnya. Dengan begitu, upaya napi dalam mengendalikan peredaran narkoba dari dalam jeruji besi tidak bisa dilakukan.

"Kami mengimbau sekaligus mengajak kepada semua pihak agar berperan aktif dalam perbaikan institusi dan melaporkan dalam hal pelibatan narapidana dan tahanan di Lapas maupun di Rutan. Sehingga hal itu merupakan bentuk komitmen dalam menerapkan P4GN (Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika)," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar