FOKUS: #PON XX PAPUA

Tercecer di Peringkat 14, Rumiah: Banten Kurang Beruntung

Ketua KONI Banten Rumiah Kartoredjo (kiri) saat mengunjungi dan menyemangati atlet dayung Banten di Teluk Youtefa, Jayapura. (Dok. KONI Banten)

KBRN, Serang: Kontingen Banten harus tercecer diperingat 14 klasemen akhir gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua yang ditutup Jumat (15/10/2021) malam.

Padahal Banten sempat menembus posisi 10 besar, posisi yang ditargetkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten. Namun demikian, hasil tersebut dianggap bukan lah kegagalan, melainkan hanya kurangnya “dewi fortuna” yang menaungi kontingen Tanah Jawara.

Baca juga: Tambah Dua Emas, Banten Tembus 10 Besar Klasemen Sementara

Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Banten, Rumiah Kartoredjo menuturkan, apa yang diperoleh Kontingen Banten di Papua tak jauh berbeda dengan hasil di PON 2016 Jawa Barat. Dilihat dari klasemen, Banten hanya turun 1 strip, dari posisi 13 ke urutan 14. Sedangkan dari raihan emas, Banten hanya kehilangan 1 emas, dari 11 keping menjadi 10 keping.

"Sementara, perunggu kita tetap jumlahnya. Yang justru melonjak tinggi adalah raihan perak, dari 10 di Jabar menjadi 15 di Papua. Sesungguhnya dari perak-perak inilah yang kurang beruntung menjadi emas," paparnya.

Baca juga: PON Papua Berakhir, Banten Gagal Penuhi Target 10 Besar

Ditambahkan, kurang beruntungnya beberapa atlet Banten yang meraih perak bisa dilihat dari cabang olahraga panjat tebing, binaraga dan judo.

Atlet panjat tebing putri Banten Rajiah Salsabilla terpeleset saat tampil di final kontra atlet Bali. Padahal Rajiah sudah memimpin dan dipastikan juara karena sempat memecahkan rekor nasional di babak semifinal nomor Speed World Record itu. Sayang, kaki kanannya salah pijak. Rajiah pun harus puas dengan perak.

Contoh lain adalah binaragawan Banten Tjie Rachmad Wijaya yang harus puas dengan perak klas +85kg. Ofisial Banten dan beberapa provinsi lainnya melakukan aksi protes karena peraih emas dari Aceh berat badannya di bawah 85kg. Bukti berat badan atlet Aceh tak memenuhi syarat sempat viral. Sayang, semua bukti dan protes yang diajukan dimentahkan dewan hakim.

Baca juga: Banten Bertekad Perbaiki Peringkat di PON XX Papua

"Faktor-faktor non teknis inilah yang saya maksud dengan istilah kurang beruntung bagi atlet-atlet kita. Saya sedih kalau lihat perjuangan mereka harus kandas karena hal-hal seperti itu, " tutur purnawirawan Polri berusia 69 tahun ini.

Namun, Rumiah tetap angkat topi dan menghargai semua jerih payah dan perjuangan para atlet Banten untuk mengejar prestasi terbaik mereka. Ia juga berharap para atlet dan pelatih harus tetap semangat menatap masa depan. Pasalnya, Banten masih memerlukan mereka di multi event selanjutnya, yaitu PON XXI di Aceh dan Sumut tahun 2022.

"Tak lupa, saya juga mengucapkan terimakasih dan penghargaan kepada semua atlet, pelatih dan ofisial yang telah berjuang dengan maksimal. Saya juga mohon maaf bila selama ini belum bisa memenuhi kebutuhan-kebutuhan kalian," pungkas Rumiah.

Baca juga: Pemprov Janjikan Bonus Bagi Atlet Banten yang Berprestasi di PON Papua

Seperti diketahui, awalnya Banten ditarget masuk jajaran 10 besar oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Banten. Banten diharapkan mampu memperbaiki posisi dari urutan 13 di PON XIX Jawa Barat 2016 dan masuk posisi elit 10 besar di PON XX Papua 2021.

Akan tetapi kontingen “Banten Cemerlang” hanya mampu meraih 51 keping medali, meliputi 10 emas, 15 perak dan 26 perunggu sehingga harus puas bercokol di posisi 14 klasemen akhir perolehan medali.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00