FOKUS: #VAKSIN COVID-19

Pelaku Penjualan Online Modus Cashback Dibekuk Direskrimsus Polda Banten

Kabid Humas Polda Banten, AKBP Shinto Silitonga saat Press Confrence tindak pidana perdagangan dan atau tindak pidana ITE di Mapolda Banten, Rabu (15/9/2021).

KBRN, Serang: Empat orang tersangka tindak pidana ITE dan UU Perdagangan dengan modus jual beli produk  fiktif melalui sistem point berhasil dibekuk jajaran Ditreskrimsus Polda Banten. Keempat tersangka yang diamankan yakni BDK, BBK, HM dan AT. "BDK, 34 tahun, pemilik toko seluler, BBK, 35 tahun, pemilik toko eseluler, HM, 47 tahun pemilik toko seluler dan AT, 35 tahun pemilik toko pompa air," ungkap Dirkrimsus Polda Banten Kombes Pol Joko Sumarno, disela press confrence tindak pidana perdagangan dan atau tindak pidana ITE di Mapolda Banten, Rabu (15/9/2021). Joko menyebut dalam aksinya keempat tersangka masing-masing saling terhubung untuk membeli dan menjual produk elektronik hingga pompa air. Namun kenyataannya barang yang dikirimkan tak sesuai dengan pemesanan, lantaran hanya untuk mendapatkan poin dari sebuah marketplace.  "Atas modus jualan online ini, sebuah marketplace ternama di Indonesia mengalami kerugian hingga Rp 400 juta," lanjutnya. 

Kabid Humas Polda Banten AKBP, Shinto Silitonga menambahkan selain tersangka, pihaknya juga mengamankan puluhan unit handphone beragam merk, laptop untuk membuat akun hingga puluhan pesanan produk yang telah dipesan komplotan tersebut. Saat ini pihaknya terus melakukan pengembangan untuk mengetahui ada keterlibatan pelaku lain dalam kasus tersebut. "Kami juga mengamankan berbagai buku tabungan dan kartu ATM dan beragam paket pesanan yang tidak sesuai kondisi real," imbuh Shinto. 

Ditempat yang sama tersangka HM mengaku menjual produk online hanya untuk mendapatkan point dari marketplace. Karena saat setiap produk yang dikirim nilai harganya berbeda jauh dengan yang dipesan. 

Adapun para tersangka dikenakan pasal 115 UU nomor 7 tahun 2014 tentang perdagangan serta pasal 51 Undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara. 

"Saya sendiri mengelola 6 handphone dengan 8 akun. Kemudian pembelian diatur dalam akun-akun ini. Karena dari pembelian ini kami dapat casback dari produk yang dipesan," tuturnya. 

"Produk yang dikirim itu sepeeti susu, pampers dan isolatif," kata HM dihadapan penyidik 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00