Pemuda Asal Menes Tewas Usai Tenggak Miras Oplosan

Ilustrasi miras oplosan. (Pixabay)

KBRN, Pandeglang: Seorang pemuda asal Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang meregang nyawa usai menikmati minuman keras (miras) oplosan pada Minggu (12/9/2021).

Korban yang belakangan diketahui bernama Rama itu, sempat dirawat di Puskesmas Menes usai menikmati pesta miras oplosan bersama sekitar 20 pemuda Menes tiga hari berturut-turut.

Baca juga: Di Cilegon Marak Ditemukan Penjual Miras Berkedok Warung Nasi

Selain menimbulkan korban jiwa, seorang pemuda, Ilham lain juga dinyatakan kritis akibat pesta miras oplosan itu dan masih mendapat perawatan di Puskesmas Menes.

Kapolres Pandeglang AKBP Belny Werlansyah menerangkan, peristiwa itu bermula ketika dua pemuda tersebut menenggak miras sebanyak satu liter yang dioplos. 

"Berawal dari mencoba meminum minuman yang memabukan dengan biaya murah dan pada saat itu ada salah satu pemuda memberikan masukan untuk membeli secara Cash on Delivery (COD) alkohol murni sebanyak 1 liter," terangnya, Senin (13/9/2021).

Baca juga: Operasi Cipkon di Lebak, Polisi Amankan Ratusan Miras dan Sejumlah Pasangan Bukan Suami Istri

Kemudian kata Kapolres, seorang pemuda lainnya, Agus datang untuk meracik di rumah Dede. Dengan campuran minuman segar, air mentah, dan minuman bersoda. Setelah jadi hasil racikan tersebut dikemas menggunakan ember ukuran 5  liter.

"Setelah jadi hasil racikan (oplosan) tersebut dikemas menggunakan ember ukuran lima liter dan dibawa ke Halte Komplek Cendana Desa Purwaraja, yang saat itu dinikmati kurang lebih oleh 20 orang pemuda," jelasnya.

Menurutnya, petugas bakal menindak tegas pelaku yang terbukti mengoplos atau menjual mimuman beralkohol berbahaya hingga mengakibatkan kematian orang yang mengonsumsinya. 

"Perkembangan penyidikannya akan kami sampaikan setelah kami mengumpulkan fakta-fakta lain di lapangan," ujarnya. 

Baca juga: Penjual 398 Botol Miras di Pandeglang Didenda Rp5 Juta

Sementara itu, ia meminta agar masyarakat bisa lebih pro aktif dalam melaporkan setiap kegaitan yang berpotensi terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat. 

"Masyarakat bisa bekerjasama dengan pihak kepolisian untuk melaporkan setiap kegiatan yang menimbulkan keresahan di masyarakat," tandasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00