Viral Video Remaja Perang Sarung di Cilegon, Polsek Ciwandan Amankan Puluhan Remaja

KBRN, Cilegon : Usai video viral puluhan remaja yang melakukan perang sarung di Waduk Kerenceng, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon pada Selasa (13/4) kemarin, sekitar pukul 06.00 WIB. Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Cilegon dan Polsek Ciwandan mengamankan puluhan remaja yang terlibat dalam perang sarung tersebut.

"Remaja yang tawuran di Waduk Kerenceng berasal dari remaja Kerenceng, Samang Raya dan Ramanuju. Mayoritas usia remaja masih dibawah umur, ada yang berusia 14,15 dan ada juga yang usia 18 dan 19 Tahun," kata Kapolsek Ciwandan, AKP Ali Rahman saat menggelar konferensi pers di Mako Polsek Ciwandan, Kamis (15/4/2021).

Ali menjelaskan, modus operandi sampai terjadinya perang sarung tersebut yakni adanya beberapa remaja yang membuat 

WhatsApp group. Dimana lanjut Ali, melalui WhatsApp group itu mereka mengajak remaja yang lain yang berada di Lingkungan Kerenceng, Samang Raya dan Ramanuju. 

"Waktu perang sarung itu pada hari selasa, sekiranya jam 06.00 WIB antara oknum pemuda Krenceng, Samang Raya, dan Ramanuju. kami baru dapat berita tadi pagi, langsung kami gerak dan kami berhasil mengamankan sebanyak 10 orang remaja dibawah umur," terang Ali. 

Dikatakan Ali, masing-masing remaja yang berasal dari tiga Lingkungan itu membawa temanya sebanya 7 sampai 8 orang untuk melakukan  perang sarung. 

"Masing-masing kelompok tersebut membawa rekannya sebanyak 7 sampai 8 orang untuk melakukan perang sarung, di wilayah waduh Kerenceng," ujar Ali.

Meski demikian lanjut Ali, berdasrkan hasil pemeriksaan, salah seorang remaja mengaku perang sarung itu dilakukan atas dasar iseng bukan adanya pihak tertentu yang mau mengadu domba agar dilakukan perang sarung. 

"Itu iseng saja, entah tradisi atau seperti apa, yang jelas kami tidak mau hal serupa terulang kembali," tegas Ali.

Sementara, Kasat Reskrim Polres Cilegon, AKP Arief Nazarudin menyampaikan, karena pelakunya masih dibawah umur. Maka, para pelaku tidak dapat dilakukan penahanan. Namun, kata Arief, akan dilakukan pembinaan dan telah dikembalikan kepada orang tua masing-masing. 

"Setelah kami lakukan pembinaan kami serahkan lagi kepada orang tuanya untuk dibina lanjutan," ucap Arief. 

Maka dari itu, dirinya meminta kepada para orang tua agar dapat lebih waspada dan menjaga anak-anak-nya pada saat sedang berada di luar rumah.  

"Inikan bulan puasa seharusnya mereka anak-anak itu beribadah bukan malah perang sarung," tandasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00