Moderasi Beragama Kunci Terciptanya Toleransi dan Kerukunan

Kakanwil Depag Kalsel

KBRN, Martapura : Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) Dr. H. Muhammad Tambrin, M.M.Pd mengatakan moderasi beragama sesungguhnya merupakan kunci terciptanya toleransi dan kerukunan baik di tingkat lokal, nasional, maupun global.

“Penguatan Moderasi Beragama pada dasarnya adalah menghadirkan negara sebagai rumah bersama yang adil dan ramah bagi bangsa Indonesia untuk menjalani kehidupan beragama yang rukun, damai, dan makmur,” ujar Tambrin dipaparannya selaku narasumber pada Kegiatan Orientasi Pelopor Moderasi Beragama, Kamis (26/05/22).

Hadir secara virtual melalui zoom meeting, Tambrin pun mengatakan konsep moderasi beragama hadir untuk menciptakan sikap dan perilaku moderat sebab moderasi beragama merupakan perekat umat beragama juga komitmen kebangsaan.

“Moderasi Beragama menjadi sarana mewujudkan kemaslahatan kehidupan beragama dan berbangsa yang harmonis, damai dan toleran sehingga Indonesia maju,” ujarnya di hari ke-2 pelaksanaan kegiatan yang diselenggarakan selama 4 hari dari tanggal 25-28 Mei 2022 di Hotel Delima Kab. Banjar tersebut.

Tambrin mengatakan, moderasi beragama juga ditetapkan secara sah sebagai faktor penunjang pembamngunan nasional dalam Perpres Nomor 18 Tahun 2020 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2020-2024 dan PMA 18 Tahun 2020 tentang Renstra Kemenag Tahun 2020-2024.

“Pemerintah memperkuat Moderasi Beragama sebagai modal sosial pembangunan dalam mewujudkan cita-cita bangsa sesuai amanat konstitusi. Meskipun terdapat institusi negara yang menjadi leading sector, pengejawantahan Moderasi Beragama adalah tugas semua pemangku kepentingan,” terangnya kepada para peserta yang berasal dari  Agama Islam, Hindu, Kristen dan Buddha.

Diakhir paparannya Tambrin berharap kepada para peserta agar paham dengan konsep moderasi beragama dan sekembalinya dari kegiatan ini dapat mengimplementasikan di lingkungan sekitarnya.

“Mudah-mudahan dengan mengikuti kegiatan ini nantinya menghasilkan konsep-konsep moderasi beragama, dan intoleransi di masyarakat khususnya di Kalsel agar masyarakatnya aman, rukun, damai dan sejahtera,” harapnya.

Kegiatan Orientasi Pelopor Moderasi Beragama dilaksanakan sebagai bentuk  penguatan moderasi beragama bagi pegawai di lingkungan Kemenag Kalsel  dan diikuti 50 dari Lingkungan ASN Kanwil Kemenag Kalsel 28 orang, Kemenag Kab/ Kota 13 orang serta KUA, Kamad, Pengawas dan guru sebanyak 9 orang

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar