Rumah Cacak Burung dari Suku Banjar

Source: Wikipedia

KBRN, Banjarmasin: Rumah Bubungan Tinggi atau Rumah Cacak Burung adalah salah satu jenis rumah Baanjung, yaitu rumah tradisional suku Banjar di Kalimantan Selatan dan bisa dibilang merupakan ikonnya Rumah Banjar karena jenis rumah inilah yang paling terkenal karena menjadi maskot rumah adat khas provinsi Kalimantan Selatan.

Dilihat dari bentuk bangunannya, rumah tersebut memang memiliki bubungan atau puncak rumah yang tinggi.

Rumah Bubungan Tinggi berbentuk panggung dengan pondasi berbentuk titik dan mengacu pada bentuk rumah adat yang atapnya miring tinggi dan lancip membentuk sudut 45 derajat.

Sebab rumah tradisional ini dibuat dan digunakan suku Banjar yang merupakan suku mayoritas di Kalimantan Selatan.

Rumah Bubungan Tinggi terbuat dari dua jenis kayu yang tahan air dan panas, yaitu kayu galam dan kayu besi atau kayu ulin.

Kayu galam dipakai sebagai pondasi yang ditanam di dalam air dan tahan terhadap pelapukan. Adapun kayu ulin dipakai sebagai bahan untuk dinding, lantai, dan atap.

Jika pada umumnya rumah panggung memiliki kolom rumah untuk tempat bermain atau menyimpan hewan ternak, kolong rumah Bubungan Tinggi digunakan untuk menambatkan perahu atau menyimpan balok-balok tidak terpakai.

Tinggi kolong rumah sekitar 1,5 - 2 meter, dimana berfungsi untuk menghindari pasang surut air sungai.

Karena curah hujan yang tinggi, atap rumah Bubungan Tinggi dibuat dengan kemiringan 45 derajat. Ini dilakukan agar aliran air hujan cepat mengalir ke tanah. Atap yang berukuran besar berfungsi sebagai pengatur dan penyimpan panas agar dapat menghangatkan ruangan pada malam hari.

Pada penutup atap terbuat dari sirap. Sirap tersebut terdiri atas beberapa lapis agar lebih kuat menahan air hujan.

Atap yang lebar di bagian depan rumah memiliki tujuan agar rumah memperoleh sinar matahari langsung dari samping.

Dinding dan lantai rumah disusun renggang, ini untuk ventilasi udara dan jalannya aliran air ke kolong rumah. Pintu dan jendela memiliki fungsi mengatur aliran udara, bukan untuk mengatur cahaya atau sinar matahari yang masuk.

Rumah Banjar yang menggunakan atap Bubungan Tinggi dinamakan Rumah Bubungan Tinggi. Rumah ini merupakan jenis rumah bernilai paling tinggi di antara jenis-jenis rumah Khas Banjar lainnya,  karena merupakan jenis rumah yang dipergunakan sebagai kediaman raja dalam suatu pusat sentral kediaman. (Rini Apriliani)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar