Pandiran Baisukan, "Bukah Kada Katahanan"

Muhammad Taslimurrahman,Lc

KBRN, Banjarmasin : "Bukah Kada Katanahan" adalah sebuah peribahasa untuk seseorang yang lari tunggang langgang tidak sadar lagi dengan sekelilingnya. Bisa jadi karena sangat ketakutan terhadap binatang buas, atau apapun yang menakutkan. Bukah artinya berlari dalam bahasa Banjar.

Orang yang berlari sangat kencang dan tidak memperdulikan lingkungan sekitar, berpotensi membahayakan dirinya sendiri dan orang lain. Muhammad Taslimurrahman,Lc dalaam Pandiran Baisukan bersama Pro4 RRI Banjarmasin mengatakan, mungkin di saat berlari belum merasakan apapun, karena yang dipikirkannya hanyalah berlari. Tetapi ketika saat berhenti dari berlari tersebut maka akan terasa betapa lelahnya dan luka apa saja yang mengenai anggota tubuh saat berlari.

“Rasa ketakutan yang berlebihan salah satunya diekspresikan dengan berlari. Walaupun berlari bukanlah satu-satunya pemecah masalah yang dihadapi. Namun setidaknya berlari itu adalah salah satu usaha yang dilakukan untuk menunjukkan sebuah pergerakan. Walaupun pergerakan itu berjalan lambat, tetapi itu lebih baik dari pada diam tidak bergerak sama sekali,” ungkapnya, Selasa(16/11/2021) pagi.

Peribahasa “Bukah Kada Katanahan” bukanlah sesuatu yang terlihat lemah dan tertindas, tetapi tergantung peristiwa dan momen yang terjadi. Ketika seseorang bertemu dengan anjing gila atau rabies maka berlari merupakan salah satu upaya agar terhindar dari gigitan anjing gila yang berbahaya. Maka selalu bergerak untuk bisa mencapai tujuan.(YuriFevi)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar