Dua Madrasah Asal Tabalong Lulus Penilaian CSAP ke Tingkat Propinsi Kalsel

Istimewa

KBRN, Tanjung : Lolosnya 2 (dua) madrasah Tabalong dari Penilaian Calon Sekolah Adiwiyata Provinsi (CSAP), mengantarkan keduanya untuk kembali bersaing ke tahap adiwiyata Provinsi Kalsel.

Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Penmad) Kementerian Agama (Kemenag) Tabalong, H. Abd. Khairi menerangkan sebelumnya di Kabupaten Tabalong ada tiga sekolah/madrasah berhasil meraih gelar sekolah adiwiyata kabupaten dan masuk dalam kategori penilaian CSAP Tahun 2021 yakni  MTsN 4 Tabalong, MTsS Ar Raudlah Tanta dan SDN 1 Pulau Ku’u Kecamatan Muara Uya.

“Alhamdulillah semuanya lolos untuk kemudian bisa lanjut dan bersaing dengan sekolah/madrasah se-Kalsel dan berpeluang meraih predikat terbaik di tingkat provinsi,” terangnya.

Dikatakannya, program adiwiyata sekolah mampu mendorong dan mengubah perilaku warga sekolah untuk melakukan budaya pelestarian lingkungan. 

“Perilaku diri pelajar, guru dan orang-orang yang ada dalam madrasah menjadi lebih sadar akan pentingnya lingkungan yang sehat dan bersih dan mengurangi resiko dampak lingkungan,” jelasnya.

Menurut Kasi Penmad, seyogyanya perilaku tersebut harus ditumbuhkan disemua madrasah secara berkelanjutan karena pentingnya menjaga budaya sehat di lingkungan sekolah.

“Lingkungan sekolah yang menerapkan budaya sehat diyakini mampu melahirkan generasi yang peduli dengan ekosistem yang sehat dan nyaman sehingga terwujudlah seperti yang diharapkan lingkungan yang sehat dan bersih,” tuturnya.

Kasi Penmad menyebutkan jika melihat dari sisi positifnya tentu saja dengan adiwiyata sekolah para siswa akan diedukasi untuk peduli dengan lingkungan.

“Membangun karakter diri para peserta didik agar mencintai lingkungan hidup, baik lingkungan dalam sekolah, di rumah dan di masyarakat luas,” ucapnya.

Selain itu menurutnya, peran seluruh pihak harus terlibat mulai dari proses perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi sesuai tanggungjawab dan peran masing-masing misalnya bank sampah, pengelolaan drainase, penghijauan dan lingkungan sehat di madrasah.

“Hal ini merupakan sikap yang harus dituntujukkan kepada lingkungan sekitar sekolah dari komite sampai pemerintahan setempat, agar pelestarian lingkungan hidup dari sekolah bisa berdampak ke lingkungan sekitar,” tambahnya.

Jika ditinjau dari perspektif Islam terangnya, salah satu aspek kehidupan yang menjadi perhatian Islam adalah kesucian dan kebersihan. Selain kebersihan diri, kebersihan lingkungan juga penting dalam kelangsungan hidup makhluk Allah di muka bumi. 

“Ketika kita tidak menjaga kebersihan lingkungan sekitar kita, maka sesuatu yang buruk akan terjadi,” tandasnya.

Kasi Penmad berharap perilaku hidup bersih dan sehat menjadi budaya madrasah. Tak sekedar seremonial biasa melainkan menjadi kebutuhan yang wajib dilakukan. Bimbingan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tabalong dan DLH Provinsi Kalsel bisa dijadikan bekal untuk penyempurnaan program adiwiyata agar meraih hasil yang terbaik.

Semoga dua madrasah kita yang mewakili ke tingkat Provinsi, mampu menjadi yang terbaik dan lanjut ke Adiwiyata Sekolah Nasional,” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar