Jadi Tersangka Demo UU Ciptaker, Mahasiswa: Tetap Berjuang!

KBRN, Banjarmasin : Meski menjadi tersangka dalam aksi unjuk rasa menolak Undang-Undang Cipta Kerja (Ciptaker) di Banjarmasin, Ahdiat Zairullah seolah tak kenal takut.

Koordinator Wilayah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kalimantan Selatan ini  tetap lantang bersuara dalam aksi mimbar bebas memperingati Hari Sumpah Pemuda, Rabu (28/10/2020).

"Saya akan menjalani proses hukum yang ada dan saya akan tetap berjuang, terkait benar atau salah saya lemparkan kepada masyarakat," ujar Ketua BEM Universitas Lambung Mangkurat (ULM) itu. 

Ahdiat tak sendiri, ia ditetapkan sebagai tersangka bersama rekannya, Ahmad Renaldi, yang juga sama-sama mahasiswa ULM. 

Senada dengan Ahdiat, Renaldi pun menyatakan akan tetap melakukan perlawanan di tengah ancaman hukum yang dikenakan padanya. 

"Saya hari ini masih melawan walau ditetapkan sebagai tersangka," tegasnya.

Dikisahkan Renaldi, ia pertama kali mengetahui statusnya itu dari pemberitaan media. Sehari sebelumnya, ia dan Ahdiyat menjalani pemeriksaan di Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan pada 26 Oktober 2020.

"Saya bingung tidak ada surat, dan sehari sebelumnya saya masih sebagai saksi, apakah ini tidak aneh," cetusnya.

Namun keduanya berharap persoalan hukum yang sedang mereka jalani tak mengalihkan perhatian rekan-rekannya sesama mahasiswa dari misi utama menjegal UU Ciptaker.

Baik Renaldi maupun Ahdiat dijerat dengan pasal 218 KUHP karena tak mengindahkan tiga kali peringatan untuk membubarkan diri saat demo tolak UU Ciptaker jilid II pada 15 Oktober 2020.

Menurut polisi, kasus ini bergulir setelah ada laporan masyarakat yang merasa terganggu dengan aksi yang berlangsung hingga tengah malam dan melewati batas waktu yang diizinkan. Namun, tak dirinci siapa masyarakat yang membuat laporan tersebut. (FIT)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00