Semangat Juang Netra di Masa Pandemi

M. Rusli (tukang pijat netra).jpg

KBRN, Banjarmasin : Hidup serba kekurangan dan keterbatasan fisik bukanlah kehendak setiap orang, tapi itu adalah suratan takdir.  

Lalu bagaimana rasanya berjalan berkilo-kilo meter hanya untuk menawarkan jasa pijat dengan keterbatasan penglihatan? Apalagi ditengah pendemi seperti saat ini dimana semua orang menjaga jarak.

Inilah semangat juang netra bertahan di masa pandemi. (ARH)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00