Kesultanan Banjar Anugerahi Gelar Agung Untuk 34 Tokoh Kalsel

Kesultanan Banjar

KBRN, Banjarmasin : Milad 516 Kesultanan Banjar digelar sederhana, Minggu (13/6/2021) kemarin.

Sebanyak 34 tokoh di Kalsel pun dianugerahi penghargaan gelar agung, di acara yang digelar secara terbatas di Ballroom Hotel Rattan In Banjarmasin.

Penerima gelar agung sendiri bervariatif. Sejumlah di antaranya, para alim ulama (tuan guru besar), akademisi (cendikia), pegiat dan pemerhati seni budaya (astaprana), kuliner (astakona), lingkungan (puspawana) hingga kedaruratan dan penanggulangan kebencanaan (jagabana).

Gelar keagungan, disematkan langsung oleh Sultan Banjar, Sultan H Khairul Saleh Al-Mu'tashim Billah.

Dengan adanya penghargaan berupa penyematan gelar agung tersebut, sultan berharap bisa menumbuhkan semangat, serta menjadi contoh atau suri tauladan bagi masyarakat Kalsel.

"Insyaallah mereka yang menerima gelar kehormatan dan keagungan ini, adalah mereka yang mendedikasikan dirinya untuk masyarakat, bangsa dan negara," ucapnya, seusai gelaran.

Di sisi lain, Sultan juga menjelaskan bahwa milad yang digelar juga menjadi pelestarian adat budaya di Kesultanan Banjar. Yang tentunya, mesti dijaga dan terus dilestarikan.

Bukan tanpa alasan, perayaan milad juga menjadi tonggak kebangkitan Kesultanan Banjar dan diharapkan menjadi kebanggaan masyarakat adat Banjar. Termasuk dalam upaya membentengi diri dari budaya negatif.

"Kesultanan Banjar dibangkitkan sebagai spirit orang Banjar. Mudah-mudahan ke depannya, Kesultanan Banjar ini menjadi kebanggaan bagi orang Banjar di mana pun berada," harapnya.

Peraih gelar agung cendikia, Mansyur mengatakan bahwa Milad Kesultanan Banjar ke 516, adalah momentum kebangkitan budaya Kesultanan Banjar yang dinakhodai Sultan H Khairul Saleh Al Mu'tashim Billah.

Sejarawan di Universitas Lambung Mangkurat (ULM) ini juga mengatakan, bangkitnya Kesultanan Banjar tidak hanya sebagai simbol budaya dan simbol kebanggan Urang Banjar baik di banua, di perantauan dan luar negeri.

Tapi ini juga sebagai eksistensi Kesultanan Banjar mengembang misi melestarikan nilai-nilai luhur Budaya Banjar pada era kekinian.

"Milad ini juga mengandung makna bahwa upaya untuk meneguhkan adat menjadi langkah penting, dalam melestarikan budaya tradisi nenek moyang yang sudah ada sejak berdirinya Kesultanan Banjar dan diwariskan hingga saat ini," jelasnya.

Di sisi lain, menurutnya, adat dan budaya Kesultanan Banjar juga tak terlepas dari ajaran agama Islam. Dengan mengedepankan kebersamaan, persatuan hingga toleransi, menjadi tameng bagi masuknya budaya luar dan negarif ke banua.

Terkait gelar yang disematkan, menurutnya menjadi motivasi tesendiri sebagai generasi muda untuk mengukuhkan kembali nilai-nilai luhur budaya elok masyarakat Banjar tempo dulu.

Kemudian, memberikan dorongan maksimal dalam hal memberikan inspirasi dan mengembangkan kebudayaan Banjar yang agung.

"Tentunya bukan hanya ide dan pikiran, tapi perbuatan atau tingkah laku, serta artefak dalam konsek sejarah maupun peninggalannya, dari masa lalu hingga kini," tutupnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00