Polda Kalsel Terus Usut Dugaan Pemalsuan Alat Bukti Sidang PHPU Pilgub Kalsel

Kabid Humas Polda Kalsel

KBRN, Banjarmasin : Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kalsel kembali memanggil para saksi, salah satunya Komisioner KPU Banjar Abdul Muthalib, dalam dugaan pemalsuan dokumen berupa surat pernyataan yang dijadikan alat bukti dalam sidang perselisihan hasil pemilihan umum Gubernur dan Wakil Gubernur Kalsel Tahun 2020 dipastikan terus bergulir.

Menurut Kabid Humas Polda Kalsel, Kombes Pol Mochamad Rifa’i, penyidik Ditreskrimum Polda Kalsel sudah memanggil Komisioner KPU Banjar yakni Abdul Muthalib.

“Ya sudah diperiksa hari Senin kemarin,” kata Kabid Humas Polda Kalsel, Rabu (14/4/2021).

Abdul Muthalib  orang yang membuat laporan ke polisi karena meyakini tandatangannya dalam surat pernyataan yang dijadikan Paslon Nomor Urut 2 Pilgub Kalsel, H Denny Indrayana-H Difriadi (H2D sebagai bukti dalam sidang PHPU dipalsukan.

“Sudah dipanggil ke Polda sekitar jam 9.00 Wita, saya dipanggil sebagai korban,” kata Abdul Muthalib atau yang akrab disapa Azis.

Kepada dirinya, penyidik kata Azis masih menanyakan seputar surat pernyataan berisi pengakuan manipulasi perolehan suara Pilgub Kalsel Tahun 2020 di Kabupaten Banjar yang dibubuhi tandatangan Azis.

Azis tetap berkukuh bahwa ia tidak pernah menandatangani surat pernyataan tersebut dan tandatangannya dalam pernyataan itu dipalsukan, Azis mengatakan, selain dirinya, koleganya Anggota KPU Banjar lainnya juga diketahui turut dipanggil sebagai saksi oleh Ditreskrimum Polda Kalsel.

Kuasa hukum Paslon H2D M Raziv Barokah mengatakan, anggota Tim Hukum H2D yaitu Jurkani sudah menerima undangan dari Ditreskrimum Polda Kalsel untuk hadir sebagai saksi pada Jumat lusa.

“Bapak Jurkani dipanggil pada hari Jumat nanti sebagai saksi,” kata Raziv dikonfirmasi wartawan secara terpisah.

Meski demikian, Raziv menyatakan Jurkani mengajukan permohonan penundaan pemeriksaan.

Sedangkan pihak Paslon Paman-BirinMu melalui Tim Hukum yang dinahkodai Andi Syafrani mengatakan, akan terus memonitor jalannya proses atas kasus tersebut.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00