Terpilih Aklamasi Pada Kongres Askab PSSI Kotabaru, Pudjo Janji Ramaikan Kompetisi

KBRN, Kotabaru : Pudjo Hardijanto resmi menakhodai Askab PSSI Kotabaru setelah terpilih sebagai ketua pada kongres yang digelar Sabtu (19/09/2020).

Ia yang pada kongres sebelumnya terpilih melalui voting namun dianulir, kali ini menjadi calon tunggal.

Enam dari sembilan klub sepakbola anggota Askab PSSI Kotabaru yang menghadiri kongres pun menyepakati secara aklamasi.

"Saya ucapkan terimakasih kepada penyelenggara kongres sehingga berjalan dengan lancar," ucap Pudjo.

Sekadar diketahui, di sela kiprahnya sebagai pengusaha, selama ini Pudjo Hardijanto juga membina sebuah klub sepakbola lokal Ranu United yang pemainnya kebanyakan anak-anak dari daerah kepulauan.

Sebagai Ketua Askab PSSI Kotabaru periode 2020-2024, ia berkomitmen memajukan persepakbolaan di Bumi Saijaan dengan meramaikan kompetisi di seluruh kecamatan.

"Mudah-mudahan dari situ lahirlah prestasi putra asli Kotabaru di kancah nasional," katanya.

Sementara itu, Sekretaris Asprov PSSI Kalsel Baktiansyah berharap ke depannya akan muncul talenta-talenta dari Kotabaru yang bisa membela kabupaten maupun klub-klub kompetisi di jenjang level satu dan dua tingkat nasional, seperti Barito Putra dan Martapura FC.

"Kami menginginkan agar ke depan klub-klub itu bisa diisi minimal 25-50 persen pemain produksi kompetisi di Asprov PSSI Kalsel," ujarnya.

Sebelumnya kongres pemilihan ketua Askab PSSI Kotabaru sempat digelar awal tahun lalu, namun dianggap tidak sah karena tak dihadiri perwakilan Asprov PSSI Kalimantan Selatan.

Asprov PSSI Kalsel kemudian menunjuk pelaksana tugas untuk memfasilitasi pemilihan kembali lantaran masa kepengurusan pengurus terdahulu telah habis.

"Kami mohon maaf selama berbulan-bulan tidak bisa menentukan kapan bisa menggelar kongres, akhirnya hari ini bisa dilaksanakan," kata Plt Ketua Askab PSSI Kotabaru Syarifudin Ardasa.

Ia melanjutkan, ada dua kekuatan dalam tata kelola persepakbolaan, yakni legalitas organisasi dan konsistensi kompetisi.

Apabila keduanya tidak saling mendukung, maka akan terjadi mekanisme yang buruk dan sepakbola tidak bisa maju.

"Karena alasan itu pula maka hari ini kongres digelar apapun kondisinya," tambahnya.

Di tengah situasi pandemi Covid-19, acara terpaksa berlangsung secara virtual di dua tempat, yakni Kotabaru dan Banjarmasin. (fit)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00