Tuntaskan Kursus C3 dan C2, PSSI Kalsel Optimis Wasit Banua bisa ke Level Nasional

Asprov PSSI Kalsel menggelar kursus wasit C3 dan C2

KBRN, Banjarmasin: Sebanyak 49 peserta merampungkan Kursus wasit C3 dan C2 yang digelar Asosiasi Sepak Bola Provinsi (Asprov) PSSI Kalimantan Selatan (Kalsel). Kegiatan yang dihelat sejak tanggal 1 hingga 5 Juli 2022 itu resmi ditutup oleh Wakil Ketua Asprov PSSI Kalsel, H Syarifuddin Ardasa di gedung Pramuka, Mulawarman, Banjarmasin, Selasa (5/7/22).

Calon wasit itu sebelumnya mengikuti program teori di Gedung Pramuka, dan uji praktik di lapangan SKB Mulawarman dibawah arahan instruktur wasit nasional Kusni (Kaltim), Oleh Hadi (Banten), dan Prasetyo (Jawa Timur). Syarat utama peserta kursus wasit ini adalah berbadan sehat dan harus memiliki penglihatan yang baik, serta tidak buta warna baik total maupun parsial. 

H Syarifuddin Ardasa menuturkan, kursus ini menjadi momentum awal bagi Asprov PSSI Kalsel dalam rangka akselerasi potensi-potensi wasit yang ada di Banua. Dirinya berharap, kursus ini menjadi kawah candradimuka yang menempa wasit Banua agar bisa memimpin pertandingan Liga 3, Liga 2, bahkan Liga 1 di kemudian hari.

"22 peserta mengikuti kursus C2, dan 27 orang peserta kursus wasit C3. 5 diantaranya merupakan peserta dari Kaltim. Mudahan dalam kurun 2 tahun kedepan sudah ada perwakilan kita yang memimpin Liga 1 nasional," ucapnya.  

Lebih lanjut, Ardasa mengapresiasi progres yang ditunjukkan peserta selama kursus. Selain itu, pihaknya juga berkomitmen untuk mengawal perkembangan calon wasit tersebut agar bisa terus berada di level yang lebih baik.

"Kita dapat info dari instruktur, ada beberapa peserta yang punya kualitas baik secara fisik maupun wawasan mumpuni untuk berada di jajaran wasit nasional. Mudah-mudahan ini menjadi peluang mereka dan kami dari Asprov akan terus mengawal perkembangan wasit ini," tutur Ardasa.

"Kita sudah koordinasi dengan komite wasit disini supaya kita dapat rapor masing-masing. Karena syarat wasit secara usia minimal 22 tahun dan maksimal 40 tahun. Secara fisik kita menghindari wasit yang perut buncit dll. Karena kualitas mereka dipertaruhkan untuk memimpin pertandingan," sambungnya. 

Instruktur kegiatan, Kusni mengatakan, calon wasit tersebut memiliki potensi yang bagus. Dirinya berpesan kepada seluruh peserta agar terus meningkatkan kemampuan serta pemahaman terhadap Law of The Game, sembari tetap menjaga kondisi fisik dan menambah jam terbang sebanyak-banyaknya

"Para peserta ini memiliki banyak potensi yang bisa membawa mereka ke level lebih tinggi. Oleh sebab itu, terus belajar dan kalau bisa sesering mungkin memimpin pertandingan agar jam terbangnya semakin meningkat," pungkas Kusni. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar