Agus Pasaribu SH : Semestinya Direktur RSUD Ulin Yang Dijadikan Tersangka

KBRN Banjarmasin : Pejabat Pelaksana Tehnis Kegiatan – PPTK pada proyek pengadaan alat kesehatan di RSUD Ulin Banjarmasin, Rabu (11/12/2019) siang menjalani sidang perdana.

Sidang dengan agenda pembacaan dakwaan yang di gelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Banjarmasin dengan terdakwa Misrani, dihadapan majelis hakim yang dipimpin oleh Purjana SH, jaksa penuntut umum dari Kejaksaan Negeri Banjarmasin mendakwa kalau yang bersangkutan diduga telah melakukan perbuatan korupsi pada proyek pengadaan alat kesehatan tahun anggaran 2015.

Usai sidang jaksa Arif Ronaldi SH menyatakan, dalam penetapan harga barang alat kesehatan yang ditetapkan tidak wajar sehingga berdasarkan perhitungan dari BPKP Kalsel ada kerugian mencapai Rp. 3,1 miliar lebih dari anggaran Rp. 12,8 miliar.

"Kami menilai dalam proyek ini ada kerugian negara," kata Arif Ronaldi SH.

Sementara itu kuasa hukum terdakwa Agus Pasaribu SH menjelaskan, bahwa pada sidang mendatang pihaknya akan mengadakan eksepsi atau nota keberatan atas dakwaan jaksa, sebab mereka menilai dakwaan tersebut tidak jelas dan dalam hal ini ia menganggap semestinya dijadikan tersangka adalah SC yang sekarang menjabat sebagai Direktur RSUD Ulin Banjarmasin.

 

“Ada apa dengan ini, semestinya direktur RSUD Ulin yang dijadikan tersangka, terdakwa tugasnya hanya mengetik surat,” ungkap Agus Pasaribu SH.

Dalam kasus ini Misrani didakwa telah melanggar pasal 2  dan 3 serta pasal 18 Undang Undang RI  no 31 tahun 1999, sebagaimana diubah dan ditambah pada Undang Undang no 20 tahun 2001 tentang pemberantasan korupsi juncho pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00