Dituntut 5 Tahun, Mantan Kades Lok Buntar Minta Keringanan Hukuman

KBRN Banjarmasin : Sidang dengan agenda pledoi atau nota pembelaan dengan terdakwa Khusairi mantan kepala desa Lok Buntar kecamatan Sungai Tabuk kabupaten Banjar yang digelar di Pengadilan Tipikor Banjarmasin Selasa (29/10/2019) siang dihadapan majelis hakim yang diketuai oleh Teguh Santoso SH sempat dibuat haru, sebab nota pembelaan yang ia bacakan sendiri didepan persidangan sempat tersendat sambari mengucurkan air mata.

Didalam pembelaan ia juga menyatakan sempat minta berhenti jadi kepala desa akibat teror dari orang suruhan dari mantan lawannya dipemilihan kepala desa sewaktu bupati masih dijabat oleh Gusti Khairul Saleh.

Dalam nota pembelaan ia juga mengakui, kalau proyek pemasangan paving block untuk pekerjaan jalan didesa Lok Buntar telah terjadi kesalahan namun pekerjaan itu ia katakan bukan untuk memperkaya diri sendiri, karena terbukti hingga ia dijadikan tersangka dalam kasus ini tidak ada harta benda yang disita oleh pihak kejaksaan. 

“Saya minta majelis hakim ringan hukuman dalam memutus kasus saya ini,” ungkap Khusairi.

Sementara itu kuasa hukum terdakwa Murjani SH hanya bisa berharap nantinya majelis hakim bisa memutus rendah hukuman kepada kliennya karena terdakwa tidak memperkaya diri sendiri maupun orang lain.

Pada sidang sebelumnya, oleh jaksa penuntut umum dari Kejaksana Negeri Martapura, Khusairi dituntut hukuman selama 5 tahun penjara karena menyelewengkan uang desa, yang bersnagkutan juga didenda Rp. 100 juta subsider 6 bulan kurungan penjara dan diharuskan membayar uang pengganti sebesar Rp. 1 miliar subsider 2 tahun kurungan penjara.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00