Korupsi Dana Desa, Kades Hambuku HSU Divonis 5 Tahun Penjara

KBRN Banjarmasin : Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Banjarmasin menjatuhkan vonis selama 5 tahun penjara terhadap Yusran Fauzi mantan kepala desa Hambuku Pasar HSU pada kasus pengelolaan dana desa.

Sidang dengan agenda putusan yang digelar di Pengadilan Tipikor Banjarmasin, Senin (28/10/2019) siang, majelis hakim yang diketuai oleh Yusuf Pranowo SH akhirnya menjatuhkan hukuman selam 5 tahun penjara, denda Rp. 300 juta subsider 3 bulan kurungan penjara, dan diharuskan membayar uang pengganti sebesar Rp 609 juta dan apabila tidak mampu membayar maka hukumannya akan bertambah selama satu tahun.

Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Negeri HSU Deddy Nurjatmiko SH menyatakan, masih pikir pikir atas vonis dari majelis hakim ini karena semua harus dilaporkan terlebih dahalu kepada pimpinan di kejaksaan.

“Apabila terdakwa melalui kuasa hukumnya akan banding, kami juga kemungkinan akan banding pula,” kata Deddy Nurjatmiko SH di Banjarmasin.   

Sementara itu kuasa hukum terdakwa Murjani SH menyatakn, pihaknya menyatakan masih pikir pikir atas vonis majelis hakim dan diberi waktu selama satu minggu untuk menyatakan banding.

Yusran Fauzi didakwa telah melakukan perbuatan korupsi karena melakukan penarikan semua kas desa melalui rekening kas desa, terdakwa juga melakukan pembayaran pengeluaran dana desa untuk kegiatan yang tidak sesuai dengan realisasi pelaksanaan APBDes Hambuku Pasar tahun anggaran 2018 senilai Rp. 162.625.660,- dan terdapat  saldo kas tunai oleh terdakwa sebesar Rp. 443.275.340 yang tidak bisa dipertanggungjawabkan oleh terdakwa.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00