Walhi Kalsel : Pemerintah Harus Serius Tangani Soal Banjir

KBRN, Banjarmasin : Banjir kini menjadi mimpi buruk masyarakat Kalimantan Selatan sepajang tahun 2021.

  

Wahana Lingkungan Hidup Kalimantan Selatan (Walhi Kalsel) menegaskan bencana tak hanya terkait intensitas hujan yang tinggi di saat musim penghujan. Namun juga merupakan hasil dari kerusakan ekologis.

Dampak banjir tak hanya dirasakan  bagi mereka yang tinggal dekat dengan Pegunungan Meratus seperti Kabupaten Hulu Sungai Tengah, dan Hulu Sungai Selatan  namun juga daerah hilir seperti Kabupaten Banjar dan Kota Banjarmasin.

Terus berkurangnya hutan karena aktivitas pertambangan batubara, ditambah menjamurnya perkebunan sawit di Kalimantan Selatan dituding Walhi sebagai penyebab utama kerusakan alam dan mengakibatkan banjir

"Kalsel selalu saya ingatkan dalam posisi darurat ruang dan bencana ekologis, kalau hujan banjir, kalau kemarau kebakaran lahan, pemerintah harus sadar," ungkap Direktur Walhi Kalsel, Kisworo Dwi Cahyono.

Walhi Kalsel  mendesak pemerintah baik daerah maupun pusat serius menangani permasalahan  banjir. Sama seriusnya dengan menangani wabah covid 19 yang kini masih terjadi di Indonesia.

"Pemerintah harus sadar sepanjang tahun 2021 bahkan sampai sekarang kita masih mengalami banjir,"tegasnya. 

Berdasarkan data yang dimiliki Walhi Kalsel dari total 3,7  juta hektar luas wilayah Kalimantan Selatan, 33 % telah diberikan izin pertambangan khususnya pertambangan batubara. 

Sementara 17 % lahan telah dikuasai perizinan perkebunan kelapa sawit. Sedangkan sisanya akibat praktek Illegal logging.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar