Waspada Penyebaran Paham Radikal Melalui Media Sosial

[] Satpol Air Polresta Banjarmasin Edukasi Masyarakat Pesisir

KBRN, Banjarmasin : Bentuk upaya kepolisian guna mencegah dan memperkuat pemahaman masyarakat tentang Bahaya Paham Radikal dan Anti Pancasila.

Bahaya faham radikal dan anti Pancasila itu, tidak hanya disampaikan langsung oleh kelompok kelompok tertentu tetapi juga melalui media sosial.

Satuan Polisi Perairan Polresta Banjarmasin, menggelar penyuluhan kepada masyarakat yang berlangsung di Pesisir Sungai Kuin Selatan Rt.01 No.15  Kelurahan Kuin Serucuk Kecamatan Banjarmasin Barat. Kamis (03/12/2020) pagi.

Kegiatan yang sama sebelumnya dilakukan di Kelurahan Sungai Jingah Kecamatan Banjarmasin Utara. 

Dengan tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19, sebelum masuki area pertemuan masyarakat yang berhadir diwajibkan mencuci tangan dan oleh personel juga dilakukan pengecekan suhu tubuh.

Kegiatan tersebut dipimpin Kasat Polair, Kompol John Louis Letedara, S.I.K. melalui Kanit Patroli Iptu I Wayan Regug dan selaku pemberi materi yakni Kanit Harkan Ipda Sutopo Yuwono.

“Kehadiran kami disini sebagai upaya untuk menangkal tumbuh kembangnya “Bahaya Paham Radikal dan anti Pancasila” ditengah masyarakat, ” ucap Ipda Sutopo Yuwono.

Bukan hanya itu, Ipda Sutopo juga mengatakan bahwa ini merupakan bentuk silaturahmi antara Polri dengan masyarakat yang dengan harapan dapat menangkal Bahaya Paham Radikal dan anti Pancasila.

"Akhir-akhir ini kita lihat dimedia sosial banyaknya provokasi ataupun isu negatif, kami harap masyarakat dapat menyatukan rasa persatuan yang telah dibangun untuk keutuhan NKRI, " imbuhnya.

Dikesempatan tersebut ia juga meminta kepada perangkat desa, tokoh agama dan tokoh masyarakat agar mengetahui serta melakukan deteksi awal dan mendata warga pendatang baru.

Dari data itu dapat diketahui maksud serta tujuanya bertempat tinggal ditempat tersebut.

“Selain upaya kepolisian kami juga berharap peran masyarakat untuk memiliki kepekaan dan saling peduli serta mengenal tetangga dilingkungan tempat tinggalnya. Sehingga paham redikal dan anti pancasila dapat kita cegah secara bersama-sama, ” tutur Ipda Sutopo Yuwono.

Untuk diketahui pada giat tersebut juga diisi dengan diskusi tanya jawab, penandatanganan deklarasi bersama menghindari dan menolak “gerakan radikal dan anti Pancasila”, kemudian dilanjutkan penyerahan bantuan secara simbolis berupa Lifebuoy (pelampung), paket sembako, Bendara Merah Putih serta Poster Pancasila.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00