Sampah Dan Eceng Gondok Ancam Sungai Martapura

Foto RRI 2019 : Dua Turis Gagal Wisata Susur Sungai Akibat Sampah dan Eceg Gondok

KBRN, Banjarmasin : Sudah menjadi fenomena setiap tahunnya jika memasuki musim hujan di seluruh wilayah Kalimantan Selatan khususnya di daerah Hulu.

Sungai Martapura Kota Banjarmasin terancam sampah kiriman berupa ranting dan batang pohon bercampur eceng gondok kiriman dari Hulu Sungai.

Bukan hanya itu, ancaman sampah kiriman juga kerap mengganggu aktifitas masyarakat yang sebagian masih mengandalkan jalur transportasi sungai Martapura.

Sebab, sebagian besar sampah tersangkut di bawah Jembatan Pasar Lama dan sebagian tersangkut di bawah Jembatan Antasari hingga tidak bisa dilalui Kapal kecil atau Kelotok.

Dikonfirmasi masalah ini, Kepala Bidang Sungai Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Banjarmasin Hizbulwathoni mengatakan sudah punya rencana untuk mengatasinya agar tidak terulang.

Yakni dengan mengoptimalkan pasukan Turbo atau tim kebersihan dan kapal Sapu-Sapu dengan menjadwalkan pengawasan di dua jembatan yang kerap menumpuknya sampah dan eceng gondok.

Selain itu, diawal tahun PUPR juga telah melakukan uji fungsi perangkap atau jaring apung untuk menghadang sampah dan eceng gondok di sungai Martapura di kawasan Banua Anyar.

"Kami masih melihat pola aliran dari sungai Martapura yang mudah-mudahan tahun ini bisa sesuai prediksi kita bahwa perangkat kita pasang, bisa maksimal," Katanya, Senin (1/12/2020).

Kendati demikian, Hizbulwathoni menekankan pentingnya koordinasi dan kerja sama antara pemerintah-pemerintah daerah yang wilayahnya dilewati Sungai Martapura dalam mengatasi masalah sampah yang datang berulang.

"Sebaiknya ada peran semua daerah untuk mengatasi ini. Di jembatani oleh Pemprov, apalagi sungai Martapura jadi ajang kegiatan festival tidak cuma oleh pemko banjarmasin,"pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00