KPH Tabalong Evakuasi Anak Bekantan, Prihanda Sedih Berpisah

KBRN, Tabalong : Petugas Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Tabalong belum lama tadi mengevakuasi seekor anak bekantan di rumah seorang warga Desa Simpung Layung, Kecamatan Muara Uya, Kabupaten Tabalong.

Pemandangan mengharukan terlihat saat anak bekantan itu akan dibawa pergi oleh petugas. Anak pemilik rumah meminta izin untuk memeluk si anak bekantan lantaran sedih harus berpisah.

"Semoga nanti bisa kembali ke rumahnya lagi," ucap Prihanda, nama bocah laki-laki itu.

Hampir seminggu ikut merawat rupanya membuatnya terlanjur akrab dengan anak bekantan berjenis kelamin jantan itu. 

Suyono, ayah Prihanda, sebelumnya menemukan anak bekantan itu di tengah kebun karet. Saat itu sekumpulan anak-anak yang sedang bermain ketapel berusaha menangkapnya.

Anak bekantan itu pun dibawa pulang oleh Suyono ke rumahnya. Setelah itu ia sempat kebingungan apa yang harus dilakukannya dengan satwa yang ditemukannya itu. 

"Saya lalu berkoordinasi dengan salah satu anggota TNI, disarankan menyerahkan ke pihak berwajib," kata Suyono.

Selanjutnya, KPH Tabalong yang menerima laporan langsung menindaklanjutinya dan menurunkan tim untuk melakukan evakuasi. 

Berdasarkan koordinasi KPH Tabalong dengan BKSDA Banjarbaru, Sabtu (7/11/2020) siang, bekantan diserahkan kepada BKSDA untuk dilepasliarkan di Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) milik PT AGM (Antang Gunung Meratus). 

Bekantan yang memiliki nama latin Nasalis larvatus merupakan primata langka dan endemik Kalimantan.

Sejak tahun 1990, kera eksotis dengan hidung panjang dan rambut cokelat kemerahan ini dijadikan maskot atau fauna identitas Provinsi Kalimantan Selatan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00