Bawaslu Kotabaru Hentikan Perkara Dugaan Pelanggaran Sayed Jafar

KBRN, Kotabaru : Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Kotabaru menghentikan perkara dugaan pelanggaran pemilihan dengan terlapor calon Bupati Kotabaru nomor urut satu Sayed Jafar.

Keputusan itu merupakan hasil dari serangkaian pemeriksaan serta pembahasan yang telah dilakukan bersama Sentra Gakkumdu.

"Dihentikan dengan alasan tidak memenuhi unsur tindak pidana pemilihan dan tidak cukup bukti untuk ditingkatkan ke penyidikan," ujar Ketua Bawaslu Kotabaru Mohamad Erfan, Senin (19/10/2020).

Lebih lanjut dijelaskan Erfan, bukti berupa foto saja tidak cukup dan diperlukan saksi yang melihat langsung dugaan pelanggaran yang dilaporkan.

"Saat ditanya saudara dimana, saya di Banjarmasin, tidak bisa seperti itu. Kami memerlukan saksi yang benar-benar ada di tempat, kalau tidak ya tidak cukup bukti," tambahnya.

Meski demikian, kata Erfan, dari sejumlah saksi yang diperiksa dalam perkara ini, pihaknya menyimpulkan ada unsur pelanggaran undang-undang lainnya.

Terkait itu, Bawaslu Kotabaru akan meneruskannya kepada instansi yang berwenang.

"Bawaslu memiliki kewenangan melakukan pemeriksaan tapi tidak bisa mengeksekusi, misalnya netralitas ASN itu Komisi ASN," kata Erfan.

Sebelumnya Sayed Jafar yang merupakan calon petahana dilaporkan tim pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kotabaru nomor urut dua Burhanudin dan Bahrudin (2BHD).

Dugaan pelanggaran itu terkait dirinya yang menyerahkan bantuan sosial dari pemerintah daerah setempat kepada masyarakat di saat cuti sebagai bupati. Selain Sayed Jafar, ada lagi dua terlapor lainnya, yakni ASN inisial AJ dan kepala desa inisial MY dengan dugaan pelanggaran netralitas.

Untuk perkara yang melibatkan ASN inisial AJ telah ditingkatkan ke tahap Penyidikan, sementara perkara yang melibatkan kades inisial MY dihentikan karena tidak cukup bukti atau tidak terpenuhi unsur-unsur tindak pidana pemilihan. (FIT)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00