Soal Pasar Batuah, Pemko Banjarmasin Tunggu Komnas HAM Untuk Mediasi

Warga pasar Batuah yang menolak proses revitalisasi

KBRN, Banjarmasin: Kisruh proses Revitalisasi Pasar Batuah hingga kini belum menemukan titik terang, bahkan proses hukum yang berjalan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Banjarmasin juga terus bergulir.

Sebelumnya Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Banjarmasin, Ikhsan Budiman bersama Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Perdagin) Kota Banjarmasin telah menyambangi Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) upaya tersebut rupanya masih belum menemukan titik temu.

Meski dari pertemuan dengan Komnas HAM tersebut, Pemko Banjarmasin dijanjikan mendapatkan mediasi, namun kepastian mediasi tersebut masih belum didapatkan Pemko Banjarmasin.

"Kemaren dijanjikan awal Juli, dan kita tunggu saja undangan mediasi dari Komnas HAM," ucap Sekda Kota Banjarmasin, Ikhsan Budiman.

Apabila proses mediasi tersebut sudah dilakukan, Ikhsan mengatakan bahwa proses peradilan di PTUN akan tetap dijalankan sesuai dengan ketentuan.

"Demi kejelasan hukum ada lebih baiknya proses hukum tetap berjalan, walaupun dari mediasi mungkin ada hal-hal yang dihasilkan," terangnya.

Lantas apakah proses yang terhambat ini akan mempengaruhi pendanaan dari APBN?

Berkaitan hal tersebut Ikhsan mengaku sangat optimis revitalisasi Pasar Batuah tersebut masih akan ditopang oleh APBN.

"Saat ini kami optimis masih bisa ditopang dengan APBN. Kalaupun berpengaruh lebih pada sumber pendanaan namun proyek revitalisasi Pasar Batuah tetap jalan dengan pendanaan alternatif dari APBD," sambungnya.

Keyakinan masih ditopangnya revitalisasi Pasar Batuah oleh APBN tersebut, bukan tanpa alasan. Rupanya Pemko Banjarmasin sudah melakukan koordinasi dengan pihak Kementerian dan menjelaskan kondisi duduk masalah yang terjadi kini di Banjarmasin.

"Sampai saat ini untuk pembangunan Pasar Batuah, asumsinya masih ditopang APBN," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar