Pemkab Tala Gelar Vaksinasi Untuk Para Ulama

Istimewa

KBRN, Pelaihari : Pemerintah Kabupaten Tanah Laut (Tala) menginginkan perlindungan untuk calon ulama masa depan melalui vaksinasi Covid-19. Hal ini disampaikan langsung oleh Bupati H.M. Sukamta usai mengikuti teleconference dengan Presiden RI Joko Widodo bersama Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (Binda) Kalimantan Selatan (Kalsel) Brigjen Pol Heri Armanto, Pimpinan Ponpes Asy-Syuhada Ustadz Ahmad Syarifudin dan santri Ponpes Asy-Syuhada dalam rangka pelaksanaan Program Vaksinasi Massal untuk Pelajar dari Badan Intelijen Negara RI, di Aula Pondok Pesantren Asy-Syuhada Pelaihari.

"Kita ingin melindungi  kiayi, ulama, ustadz, ustadzah, dan santrinya, karena santri ini calon ulama kita, ini yang harus kita lindungi, terima kasih bapak presiden sudah memberikan program kepada kita melalui BIN,” ujar Bupati.

Lebih lanjut dijelaskan Kepala Binda Kalsel Heri Armanto bahwa vaksinasi yang diberikan kepada Tala adalah 3000 dosis untuk Pondok Pesantren Asy-Syuhada, Darul Qur’an, MAN Tala, MAN IC Tala, Ponpes Nurul Hijrah Jorong, dan Ponpes Darussalam Bati-Bati. Vaksinasi ditargetkan selesai dalam dua hari.

"Semua berjalan lancar," ujarnya.

Ia juga menyebutkan bahwa Kalimantan Selatan ditargetkan menerima 6000 dosis selama dua hari. Selain Tanah Laut, wilayah lainnya yang menerima bantuan vaksin adalah Kota Banjarmasin secara door to door. 

Sementara itu, salah satu santri  yang sempat berbicara dengan Presiden Joko Widodo, Cahaya Inayah, mengaku senang bisa berkomunikasi langsung dengan presiden untuk melaporkan bahwa dirinya sudah divaksinasi dan menyampaikan harapannya agar sekolah bisa kembali normal.

Ia setuju dengan vaksinasi yang akan mempercepat pemulihan pendidikan sehingga pembelajaran bisa dilaksanakan lagi.

"Kalau sudah vaksin bisa sekolah seperti normal lagi, tatap muka," ujarnya

Vaksinasi kali ini juga didukung oleh salah satu pengajar yang baru saja mengikuti vaksinasi di Ponpes Syuhada, Maimunah. Setelah mendapatkan vaksinasi ia berharap pembelajaran di pondok bisa kembali normal.

"Semoga diri ini lebih terjaga dan bisa kembali beraktivitas di lingkungan belajar dan mengajar," harapnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00