Warga Tala Dihimbau Tidak Terpancing Konflik di Media Sosial

Istimewa

KBRN, Pelaihari : Masyarakat diharapkan tidak terpancing dengan konflik yang timbul khususnya di media massa, karena dianggap akan berpeluang menjadi penghambat pemulihan sektor perekonomian yang terdampak akibat pandemi Covid-19 di Kabupaten Tanah Laut (Tala). Hal ini disampaikan oleh Bupati Tanah Laut (Tala) yang diwakili Asisten Administrasi Umum, Safarin dalam Rapat Koordinasi Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial (Timdu PKS) di Aula Sarantang Saruntung.

"Terutama di media sosial facebook, instagram dan sebagainya, tidak jarang kita melihat rasa ketidakpuasan atau potensi yang menimbulkan konflik," katanya.

Diingatkan pula agar masyarakat Tala jangan latah dengan konflik yang sedang terjadi di daerah lain yang penyebabnya sangat beragam seperti perbedaan suku, budaya, politik, sampai dengan penistaan agama.

"Jangan sampai di daerah lain terjadi, kita ikut-ikutan," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Tala H. Rudi Ismanto dalam sambutannya juga menyebutkan bahwa masa pemilihan Kepala Desa serentak di Kabupaten Tanah Laut pada 30 November 2021 mendatang akan menjadi salah satu momen potensial timbulnya konflik di Tala.

"Ada 26 desa yang mungkin konfliknya akan bermacam-macam," ujarnya.

Ia pun berharap tim terpadu dapat melakukan pertemuan secara rutin agar pemetaan potensi konflik dapat diketahui sejak dini di Tala.

"Ketika sudah tahu potensi konflik, kita sudah bisa mendeteksi permasalahan, sehingga kebijakan pimpinan akan memuaskan," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00