Warga Desa Seradang Haruai Pertanyakan Pengelolaan Keuangan Bumdes, Kades Membantah

Kantor desa Seradang

KBRN, Tabalong : Warga desa Seradang kecamatan Haruai kabupaten Tabalong saat ini banyak diliputi pertanyaan, karena sejak tahun 2018 kepala desa setempat bersama perangkat desa lainnya tidak pernah lagi mengadakan rapat dengan warga dengan pengelolaan Badan Usaha milik Desa (Bumdes) terkait laporan keuangan.

Terlebih saat ini Bumdes desa setempat telah melakukan kerjasama dengan perusahaan batubara PT. Bara Pramulya Abadi terkait pengelolaan jalan desa yang menurut perkiraan warga sudah memperoleh hasil milyaran rupiah.

Bumdes Seradang sendiri juga pernah mendapatkan penyertaan modal dana desa tahun 2018 dengan nilai mencapai Rp. 300 juta yang mana penggunaan uang tersebut tidak diketahui secara persis oleh warga karena kepala desa dan aparat desa tidak pernah terbuka dengan warga terkait informasi masalah keuangan Bumdes.

Selain itu, kepala desa dan aparat desa diduga telah menerima uang sebesar Rp. 300 juta sebagai ganti rugi jalan desa oleh perusahaan tambang PT Bara Paramulya Abadi.

Kondisi ini membuat warga resah dan protes akibat jalan tersebut saat ini rusak parah karena menjadi jalan bagi kendaraan ber tonase besar, dalam hal ini kepala desa dan aparat desa seolah tutup mata padahal sudah ada keberatan dari warga.

Oleh sebab itu warga desa setempat berharap kepada Polda Kalsel dan Kejaksaan Tinggi Kalsel mengusut tuntas masalah ini, karena surat kepada kedua institusi tersebut sudah warga kirimkan, dan minta segara kasus ini segera ditindak lanjuti.

Sementara itu Kepala Desa Seradang Tajudin Nor Arifin saat dikonfirmasi terkait masalah ini membantah semua laporan warga tersebut.

“Laporan yang dituduhkan ke kami itu tidak benar dan salah sasasan,” katanya, Kamis (17/6/2021).

Sebagai pembina Bumdes ia memastikan semua hasil usaha yang dilakukan Bumdes sudah sesuai aturan dan bisa diketahui oleh semua pihak.

“Saya juga membantah adanya penyertaan modal dana desa ke Bumdes, itu tidak benar, tidak ada itu,” sanggahnya.

Lalu terkait jalan Desa yang terkena lokasi tambang batu bara, kemudian sudah diganti rugi atau dibayar oleh pihak perusahaan adalah sebagai bentuk tukar guling mengganti jalan desa yang masuk area tambang.

“Jalan tersebut ditukar guling ke jalan baru yang bisa dilewati warga dan proses itupun sudah jelas dan ada surat perjanjiannya dengan perusahaan,” katanya.

Lebih jauh diungkapnya, terkait adanya aduan ke Bumdes di desanya adalah salah sasaran. Sebab yang bermasalah itu bukanlah Bumdes melainkan koperasi desa yang keuangannya tidak jelas dari para pengurus.

“Saya sebagai anggota dan semua anggota lainnya sudah melaporkan masalah keuangan koperasi itu ke Polres Tabalong. Jadi saya pastikan aduan itu salah, yang bermasalah itu koperasi desa, bukan Bumdes,” pungkasnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00