Polsek Banjarmasin Barat Selidiki Kasus Pencurian Aset di SDN Teluk Tiram 1
- 24 Jun 2026 00:21 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Aksi pencurian yang menyasar fasilitas pendidikan terjadi berulang kali di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Teluk Tiram 1 Banjarmasin Barat. Aset berharga mulai dari belasan kipas angin, mesin pompa air, hingga alat pengeras suara sekolah raib digondol maling.
Aksi kriminalitas ini diketahui berlangsung secara bertahap sejak akhir April hingga Mei 2026 lalu. Menanggapi kondisi tersebut, Kanit Reskrim Polsek Banjarmasin Barat Iptu Indra Permadi mengatakan pihaknya saat ini tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut.
"Tetap kami lakukan penyelidan. Kita juga sudah memeriksa sejumlah saksi," katanya saat dikonfirmasi Selasa, 23 Juni 2026.
Pihaknya saat ini masih terus mengumpulkan sejumlah bukti untuk mendukung proses penyelidikan tersebut. Ia juga memastikan personelnya akan terus bergera guna menyelesaikan persoalan ini hingga tuntas.
Sementara itu, Kepala SDN Teluk Tiram 1, Siti Maimunah, menyebut aksi ini bukan kali pertama terjadi di lingkungan sekolahnya. Bahkan, sebelum ia menjabat, aksi tersebut sudah terjadi berulang kali.
"Sebelum 2023 saya masuk di sini sudah terjadi beberapa kali. Dulu ada laptop juga yang hilang dan sudah dilaporkan," katanya Jumat, 12 Juni lalu.
Berbagai aksi pencurian dilakukan dengan cara membobol pagar dan jendela kelas. Para pelaku bahkan sempat merusak akses kamera pengawas sehingga aksi tersebut tidak terekam.
Pihak sekolah sebenarnya telah berupaya melakukan pengamanan ganda dengan menutup permanen jendela dan sejumlah jalur yang rentan dimasuki. Namun, aksi pencurian tersebut tetap terjadi hingga menyebabkan belasan aset sekolah hilang.
Siti Maimunah menyebut akibat kejadian ini sekolah diperkirakan mengalami kerugian hingga belasan juta rupiah. Tidak hanya kerugian materiil, warga sekolah juga merasakan dampaknya terhadap aktivitas pembelajaran.
"Pompa air itu membuat air mati sehingga anak-anak dan guru kesulitan menggunakan toilet. Anak-anak juga kasihan karena harus belajar di kelas yang panas," katanya.
Selain melaporkan kasus ini kepada kepolisian, pihak sekolah pun telah berkoordinasi ke Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin. Pihak sekolah sangat berharap peristiwa meresahkan ini mendapat perhatian serius dan tidak kembali terulang di kemudian hari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....