Geledah PDAM Batola, Kejari Sita Ratusan Dokumen Keuangan
- 22 Apr 2026 23:51 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Batola - Kejaksaan Negeri (Kejari) Barito Kuala melakukan penggeledahan di sejumlah kantor PDAM Batola, Selasa, 21 April 2026. Penggeledahan yang berlangsung selama kurang lebih sepuluh jam ini buntut dari adanya dugaan penyimpangan dana penyertaan modal dalam rentang waktu tahun 2019 hingga 2023.
Langkah ini diambil setelah status perkara resmi dinaikkan dari tahap penyelidikan ke tingkat penyidikan oleh tim jaksa. Dengan mengantongi izin dari Pengadilan Negeri Marabahan, petugas menyisir tiga lokasi mulai dari Kantor Pusat PDAM Batola, Kantor Instalasi Kota Kecamatan (IKK) Alalak, hingga gudang arsip PDAM.
Kepala Kejari Batola, Andrianto Budi Santoso, mengungkapkan penggeledahan tersebut dilakukan untuk mengamankan alat bukti penting yang diperlukan penyidik. Langkah ini diambil menyusul data yang diminta sebelumnya belum dipenuhi oleh pihak PDAM.
"Sebelumnya kami melakukan permohonan untuk permintaan data kepada pihak PDAM. Namun hingga masuk tahap penyidikan masih belum ada yang diberikan sehingga dilakukan penggeledahan," ujarnya Rabu, 22 April 2026.
Sejauh ini pihak kejaksaan telah memeriksa sekitar 50 orang saksi termasuk sembilan kepala IKK untuk membongkar praktik penyimpangan dana tersebut. Andrianto menegaskan bahwa fokus penyidikan saat ini menyasar periode 2019 hingga 2023.
"Sementara masih dalam periode itu. Tapi tidak menutup kemungkinan apabila nanti ada indikasi atau temuan baru periodenya bisa ditambah hingga 2025," ucapnya.
Selain itu, penyidik juga menaruh perhatian pada sejumlah dokumen digital yang tersimpan dalam sistem pengolahan data keuangan. Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Batola, Muhammad Prayogi Saputra, menyebut dokumen tersebut sangat penting namun ditemukan dalam kondisi belum pernah dicetak.
"Jadi ada beberapa item dokumen laporan keuangan yang pada saat itu tidak dicetak mereka. Hingga saat ini masih belum kami ketahui alasannya sehingga kami juga amankan CPU tersebut," katanya menambahkan.
Dalam penggeledahan yang berakhir pada Selasa malam tersebut, tim penyidik mengangkut ratusan dokumen yang dikemas dalam 130 map dan lima boks plastik. Barang bukti tersebut meliputi laporan keuangan serta bukti transaksi fisik yang dinilai dapat mendukung proses penyidikan.
Tak hanya dokumen fisik, satu unit CPU turut disita petugas untuk diperiksa lebih lanjut oleh tim ahli. Seluruh barang bukti kini telah diamankan di Kantor Kejari Batola guna kepentingan verifikasi mendalam.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....