Lapas Banjarbaru Gelar Sosialisasi Permenkumham Nomor 32 Tahun 2020

Istimewa

KBRN, Banjarbaru : Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Banjarbaru menggelar sosialisasi terkait terbitnya Peraturan Menteri Hukum dan HAM (Permenkumham) Nomor 32 Tahun 2020 tentang Syarat dan Tata Cara Pemberian Asimilasi, Pembebasan Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas, dan Cuti Bersyarat Tahun 2020 bagi Narapidana dan Anak, Kamis (21/01/2021).

Bertempat di Aula Lapas Banjarbaru dengan menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker dan menjaga jarak, Sosialisasi itu digelar dalam rangka pencegahan dan penangulangan penyebaran Covid-19. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kasi Binadik, Septyawan Kuspriyo, bersama Kasi MinKamtib, Samuel JM Siregar, dan didampingi Kasubsi RegBimkemas, Yusuf Arifandi beserta para staf.

Dalam sosialisasi tersebut, Septyawan menjelaskan bahwa program asimilasi tetap dilanjutkan dan diberikan kepada warga binaan yang telah memenuhi syarat. Salah satunya telah menjalani 1/2 masa pidana, dan 2/3 masa pidananya jatuh sebelum 30 Juni 2021, dan harus menyertakan rekomendasi Litmas dari Balai Pemasyarakatan (BAPAS).

“Untuk Kasus Tipikor, Teroris dan kasus Narkoba di atas 5 tahun yang termasuk dalam PP 99/2012 tetap tidak berhak untuk mendapatkan asimilasi. Lewat penyempurnaan Permen Nomor 32 Tahun 2020 juga ada pengecualian untuk kasus dengan pasal KUHP 365, 339 & 340, 285, 290 serta pasal 81 dan 82 UU No. 35 Tahun 2014, dan bukan merupakan residivis." Terang Septyawan 

Sementara itu, Kasi MinKamtib, Samuel menambahkan, warga binaan yang terbukti melanggar peraturan yang berlaku dan masuk daftar Register F, maka yang bersangkutan tidak bisa mengikuti atau melanjutkan program ini. 

"Tetap berperilaku baik dan tidak melanggar aturan," tegasnya kepada seluruh warga binaan.

Sementara itu Kasubsi RegBimkemas, Yusuf Arifandi memastikan warga binaan akan mendapatkan haknya. Dengan catatan, semua persyaratan administrasi harus sudah terpenuhi. 

“Bapak-bapak semua jangan khawatir dan ragu, apabila semua persyaratan administrasi sudah terpenuhi, segera kami usulkan ke BAPAS. Kami Pastikan hak bapak-bapak semua terjamin dan terpenuhi," jelas Yusuf 

Di akhir acara, Kasi Binadik Septyawan Kuspriyo memastikan semua layanamln yang disediakan pihak Lapas tanda dipungut biaya. Ia juga menerima dengan tangan terbuka setiap masukan dan keluhan dari warga binaan.

“Sampaikan pada keluarga yang mengurus, bahwa semua layanan disini tidak dipungut biaya Alias GRATIS. Ruangan saya terbuka lebar untuk menerima keluhan dan masukan bapak-bapak sekalian,” ujar Septyawan disambut tepukan tangan riuh para WBP sekaligus menutup kegiatan dengan sesi tanya-jawab.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00