Sidang Sengketa Akta Pendirian Uvaya, Tergugat Sajikan Sejumlah Fakta

KBRN, Banjarmasin : Sidang  lanjutan sengketa akta pendirian Universitas Ahmad Yani (Uvaya) Kalimantan Selatan kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin, Kamis (3/12). Dalam sidang lanjutan tersebut, giliran pihak tergugat, yakni Yayasan Pendidikan Haji Muhammad Roesli Kalsel, yang menyampaikan keterangan kepada majelis hakim.

Kuasa hukum Yayasan Pendidikan Haji Muhammad Roesli Kalsel,  Ahmad Wahyudi, menyampaikan sederet bukti untuk mementalkan gugatan dari pelapor, Yayasan Pendidikan Universitas Achmad Yani.

Pihak terlapor menyampaikan bahwa  berdasarkan akta nomor 33 tahun 2007, Yayasan Pendidikan Universitas Achmad Yani Kalsel tak memiliki legal standing sebagai pendiri Uvaya. 

Pihak penggugat juga dinilai tidak memiliki izin dari menteri dan tanpa menggunakan ijin atas nama yayasan, konsideran, dan kop surat milik Yayasan Pendidikan Universitas Achmad Yani Kalsel Tahun 1998.

Ia menjelaskan yayasan dari pihak penggugat ini baru muncul pada sekitar tahun 2007 dengan memakai nama sama dengan kampus, yakni Achmad Yani. 

Untungnya, kata dia, Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XI Kalimantan telah mencoba menengahi persoalan. 

Sesuai laporan LLDIKTI Universitas Achmad Yani mesti dikelola oleh Yayasan yang memiliki surat izin operasional tahun 1983, 1984 dan 1986.

“Artinya Yayasan Pendidikan Universitas Achmad Yani Kalsel Tahun 1998 itu adalah pendirian 1983,” pungkasnya.(*)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00