Martin : Tidak Ada Perbuatan Melawan Hukum Pada Proyek Jembatan Timbang di Tabalong

Mahyudin SH MH

KBRN, Banjarmasin : PN Tipikor Banjarmasin melanjutkan sidang kasus dugaan korupsi pengadaan lahan jembatan timbang pada Dinas Perhubungan Tabalong, Senin (23/11/2020).

Pada sidang dengan agenda eksepsi atau nota keberataan atas dakwaan dari jaksa penuntut umum JPU, kuasa hukum terdakwa Rahman Nurjadin yakni Mahyudin SH, MH menyatakan, bahwa dalam jual beli lahan untuk jembatan timbang tersebut tidak ada perbuatan melawan hukum.

" Jual beli lahan tersebut penentuan harga sudah ditentukan oleh tim 9 / appraisal, jadi apalagi yang salah dalam proses jual beli nya," ungkap pengacara yang akrab dengan panggilan Martin ini.

Ditambahkan Martin, selain tidak ada perbuatan melawan hukum yang dilakukam oleh terdakwa, dalam kasus ini juga tidak ada kerugian negara nya.

"Dalam kasus ini tidak ada kerugiannya, sebab harga yang dibayarkan sudah sesuai petunjuk tim 9," tambahnya.

Terdakwa Rahman Nurjadin sendiri, oleh jaksa dituduh telah melalukan perbuatan korupsi untuk pengadaan lahan guna pembangunan jembatan timbang di tahun 2017 silam.

Akibat perbuatan terdakwa yang mebeli lahan melalui "calo" tersebut terdapat unsur kerugian negara bersadarkan perhitungan BPKP Prov Kalsel sebesar Rp 1,933,820.000,- dari nilai tanah yang di jual sebesar Rp. 4.849.650.000,-.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00