Forpeban Desak Polda Kalsel Usut Penyebab Kasus Banjir di Tanah Laut

Photo : Dok RRi

KBRN Banjarmasin : LSM Forpeban kembali melakukan aksi unjuk rasa di Kejati dan Polda Kalsel Kamis (13/8/2020) menuntut berbagai kasus dugaan korupsi maupun kasus banjir yang terjadi di kabupaten Tanah Laut di usut tuntas.

Menurut Din Jaya selalu koordinator aksi ketika berada di Polda Kalsel menyatakan, kasus banjir yang terjadi beberapa waktu lalu di Tanah Laut karena adanya penambangan liar, pembuatan embung yang tidak sesuai serta maraknya galian C diwilayah tersebut.

"Kami minta kasus ini diusut tuntas oleh pihak kepolisian karena dalam masalah ini ada oknum-oknum yang bermain, sebab hampit 30 tahun Tanah Laut tidak pernah banjir," kata Din Jaya.

Tidak lupa pada kesempatan ini Din Jaya bersama massa mengucapkan terima kasih kepada pihak kepolisian khususnya Polda Kalsel yang berhasil menggagalkan peredaran sabu seberat 300 kg.

Kabag Biopsnal Diresnarkoba Polda Kalsel AKBP Sigit Kumoro S.I.K yang menemui para pendemo juga tidak lupa memgucapkan terima kasih atas dukungan LSM Forpeban dan warga masyarakat yang ikut serta membantu menggagalkan peredaran narkoba di daerah ini.

"Telah banyak peredaran sabu yang sdh kami gagalkan, oleh karena nya dukungan semua pihak dalam ikut membantu menggagalkan peredarannya sangat diperlukan," ungkap AKBP Sigit Kumoro.

Sebelumnya LSM Forpeban juga melakukan aksi unjuk rasa di kantor Kejati Kalsel, mereka menuntut proyek Pipanisasi Handil Asang desa Banyu Hirang kec Gambut kab Banjar oleh Dinas PUPR Bidang Cipta Karya yang diduga ada perbuatan KKN.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00