Ringkus Bandar Narkotika Kaka Beradik, Polisi Sita 2 Kilogram Sabu Dan Ekstasi

KBRN, Banjarmasin : Jajaran Satresnarkoba Polresta Banjarmasin, Kalsel, kembali berhasil meringkus dua pria dalam kasus Narkotika jenis sabu-sabu.

Keduanya merupakan kakak beradik, tersangka adalah Ahmad Yani Alias Amat (37) warga jalan Tunjung Maya, Banjarmasin Timur dan Iswansyah alias Iwan (35) warga Jalan A Yani KM 11 Komplek Pesona Modern Kabupaten Banjar.

Dari kedua bersaudara ini polisi berhasil mengamankan barang bukti sabu-sabu sebanyak dua kilogram lebih atau seberat 2.063.33 gram serta 61 butir pil extasi.

Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Rachmad Hendrawan menyampaikan, pengungkapan kasus ini bermula adanya sebuah rumah di kawasan Jalan Simpang Jahri Saleh, Komplek Mahligai Sejahtera, Kelurahan Sungai Jingah Banjarmasin Utara dicurigai sering dijadikan pesta sabu.

"Petugas dapat informasi dari masyarakat, hingga dilakukan penyelidikan dan penggerebekan dirumah tersebut, namun rumah itu kosong, tapi kita temukan 1 paket Sabu, pada Selasa (4/5/2021) lalu ,"ungkap Kapolresta didampingi Kasatresnarkoba Polresta Banjarmasin, Kompol Mars Suryo Kartiko, di Mapolresta Selasa (11/5/2021).

Dari sana petugas langsung melakukan pengejaran terhadap pemilik rumah ternyata adalah tersangka Iwan, dan keberadaannya diketahui di Hotel Roditha Banjarbaru.

"Iwan ditangkap di kamar hotel, disitu petugas menemukan 18 paket sabu seberat 1.177 gram serta 50 pil ekstasi seberat 19 gram dan 11 butir kapsul berisi serbuk ekstasi" beber Kapolres.

Setelah Iwan diamankan, dari pengembangan yang dilakukan petugas, diketahuilah bisnis haram itu tidak dijalankan Iwan sendirian akan tetapi bersama Amat merupakan saudaranya.

"Pada Sabtu (8/5/2021) pukul 03.00 Wita, kita lakukan penggeledahan di dalam rumah Amat di kawasan Tunjung Maya, disitu kita temukan lagi 7 paket sabu dengan berat sebesar 291.9 gram beserta timbangan digital," terang Kapolres.

Meaki dua bersaudara yang sama berprofesi sebagai juru parkir ini, namun perannya adalah sebagai pengedar atau penjual bahkan peredarannya pun merupakan lintas provinsi, mulai Kalimantan Timur, Tengah, Barat, hingga di Kalsel.

"Dua tersangka ini adalah pengedar Lintas Provinsi di Kalimantan," pungkas Kapolres.

Kaka beradik ini pun terancam terjerat pasal 112 ayat 1, undang undang Republik Indonesia No. 35 tahun 2009, tentang narkotika, maksimal 20 tahun penjara.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00