Lapas Karang Intan Martapura Gelar Pesantren Ramadhan

Lapas Karang Intan Martapura

KBRN, Martapura : Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan menggelar kegiatan Pesantren Ramadhan 1442 H, bertempat di Masjid At-Taubah, Senin (19/4/2021). Kegiatan tersebut diikuti dengan antusias oleh puluhan warga binaan pemasyarakatan (WBP). 

Mengusung tema “membentuk pribadi warga binaan pemasyarakatan yang disiplin dalam beribadah dan berakhlakul karimah”, kegiatan dibuka oleh Kepala Seksi Bimbingan Narapidana Anak Didik, Rahmad Pijati.

Kegiatan pesantren ramadhan 1442 H di Lapas Karang Intan ini berlangsung dari tanggal 15 April - 8 Mei 2021, pukul 10.00-12.30 WITA setiap hari Kamis-Sabtu setiap minggunya. 

Selama Ramadhan, Lapas Karang Intan juga menyelenggarakan kegiatan buka puasa bersama dan sholat taraweh berjamaah dilanjutkan tadarus al’quran bagi warga binaan nya.

Dengan menggunakan pakaian muslim serba putih, sebanyak 51 orang warga binaan mendapat berbagai materi keagamaan dari ustadz-ustadz Kementerian Agama Kabupaten Banjar. Diantaranya materi Thaharah, penyelenggaraan jenazah, kaifiat shalat, muadzdzin doa-doa harian, amaliyah ramadhan, qiyamullail, kaifiat khutbah dan zakat fitrah serta ditutup dengan kegiatan sholat idul fitri 1442 H.

Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan, Wahyu Susetyo dalam keterangan terpisah mengatakan, kegiatan ini sebagai tambahan ilmu keislaman bagi warga binaan, diharapkan dapat berguna di kehidupan sehari-hari.

“Kegiatan pesantren ramadhan di Lapas Karang Intan, diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan warga binaan terkait ilmu-ilmu keislaman, mereka mendapatkan pengalaman dan pembelajaran baru sehingga nanti setelah mereka bebas, ilmu nya dapat diaplikasikan, berguna bagi diri sendiri maupun masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Wahyu menerangkan di tengah masih mewabah nya penyebaran corona virus disease (Covid-19), sehingga jumlah warga binaan yang ikut pesantren ramadhan dibatasi tidak terlalu banyak, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Saat ini kita masih masa pandemi covid-19, jadi kegiatan pesantren ramadhan, kita batasi jumlah nya hanya 51 orang, nanti yang 51 ini akan mengajarkan ilmu yang didapat ke teman-teman di kamar dan blok nya, dan kegiatan pesantren ramadhan tetap memperhatikan protokol kesehatan pencegahan Covid-19,” lanjut Wahyu menerangkan.

Mardani, salah satu warga binaan kasus narkoba di Lapas Karang Intan, merasa senang bisa mengikuti kegiatan pesantren ramadhan.

“Senang bisa mengikuti kegiatan pesantren ramadhan, ibadah saya bisa lebih baik dan juga mendapatkan ilmu agama, yang sebelumnya mungkin tidak pernah saya dapatkan saat berada di luar,” ungkapnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00