Kuasa Hukum mantan Dirut RSUD Boejasin Mundur

Bang Martin

Banjarmasin, KP – Tim kuasa hukum terdakwa dr Eddy Wahyudi dari kantor hukum Masdari Tasmin, secara resmi mundur dan mencabut kuasa dari kliennya. 

Hal ini terungkap pada lanjutan persidangan terdakwa dr Eddy Wahyudi mantan Direktur Rumah Sakit Daerah Boejasin Pelaihari di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Banjarmasin, Rabu (14/4/2021).

Atas pencabutan tersebut Majelis hakim yang dipimpin hakim Jamser Simanjuntak langsung menghubungi salah seorang advokat untuk bersedia mendampingi terdakwa dalam proses persidangan, akhirnya majelis menetapkan pengacara Ernawati SH dan rekan yang akan mendamping terdakwa.

Terpisah Mahyudin SH salah satu penasihat hukum dari kantor hukum Masdari Tasmin mengatakan kepada awak media, kalau pihaknya mengundurkan diri karena tidak bersedia menjadi penjamin, bila terdakwa mengajukan pengalihan tahanan, sebab katanya majelis hakim meminta agar salah satu penjamin dari unsur penasihat hukum.

“Hal ini yang menjadi keberatan kami karena posisi alamat terdakwa berada diluar pulau dan belum mengenal secara pasti keluarga terdakwa, sedangkan khusus terdakwa Asdah Setiani, masih tetap kita pegang, karena yang bersangkutan berdomisili di Pelaihari beserta keluargannya,’’ujar Bang Martin sapaan akrabnya.

Jamser menyebutkan kalau terdakwa sakit bisa mengajukan pembantaran, serta dilengkapi dengan beberapa persyaratan serta mengajukan permohonan.

Pada sidang kemaren, rencananya tim kuasa hukum mengajulan eksepsi terpaksa dibatal, sementara terdakwa sendiri megakui kalau dirinya menderita gangguan syaraf sehingga berjalanpun seolah olah akan jatuh.

Sementra dua terdakwa lainnnya pada sidang kemaren, yakni Asdah Setiani danm Paridah masing masing mengajukan eksepsi

Mantan Dirut RSUD Boejasin Palaihari dr Eddy Wahyudi periode 2014 -2018  diduga melakukan tindak pidana korupsi, dengan membelanjakan keuangan rumaH sakit diluar peruntukan. Tak hanya Edi, dua bawahannya pada waktu kejadian yakni Kasubag Keuangan Asdah Setiani yang menjabat tahun 2012-2015 dan Faridah pejabat ditahun 2015-2018 yang  ikut menjadi terdakwa juga menjalani proses yang sama.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00