Sejak 2007 Amank Husni Jadi Seniman Musik Panting Banua

Foto Lay

KBRN, Banjamasin : Tidak semua orang bisa melakukan dan menggeluti kesenian tradisonal hingga benar-benar menjiwainya.

Namun tidak dengan Husni, menjadi salah satu seniman banua, kecintaannya terhadap seni tradisional musik panting tak perlu diragukan lagi.

"kalau meulah panting ulun mulai tahun 2007, di Pangambangan dulu belum banyak yang memainkan dan lagi kalo kedada seni pelaku ini kedada jadi ulun sambil belajar, ada pesan dari ayah ali beliau memberi amanah mudahan ulun kawa menjaga amanah pian,"ungkap Pria yang akrab disapa Amank Husni ini kepada RRI.

Amank Husni menceritakan, awal mula menggeluti pekerjaan sebagai pembuat Panting karena terinpirasi dari almarhum Ali yang dipanggilnya Ayah.

"Waktu itu saya sangat terinspirasi Alamarhum Ayah," sebutnya.

Menjadikan halaman rumahnya di kawasan Sungai Lulut, Jalan Martapura Lama, Kompleks Citra Graha Blok J no 4, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar Amank Husni menyulapnya jadi bengkel kerjanya, dari situlah sepotong kayu  dari pohon nangka menjadi sebuah alat musik bermodalkan 

"Kalau ulun harapkan jangan hilang ini dan lagi ini harus berkembang karna music music daerah ini kepunyaan kita kaya apa caranya pemerintah yang terkait harus memperdulikan  dan siswa siswa itu harus ada diberi nang kaya SD itu harus dipelajari pengetahuan bidang seni music daerah banjar," Harapnya.

Untuk diketahui Panting berbentuk layaknya sebuah gitar namun kecil, hampir mirip dengan gambus dari Negeri Arab.

Husni membuatnya hanya dengan peralatan gergaji tangan dan mesin bor hingga pahat lahirlah Panting dengan berbagai motif seperti kepala Naga ,lubiding, sambung tambangan, tabunau atau burung elang.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00