Mati Suri Akibat Covid, Resepsi Pernikahan Dizinkan Dengan Berbagai Syarat

KBRN, Banjarmasin : Selama massa Pandemi Covid-19 mengharuskan resepsi pernikahan terpaksa ditiadakan.

Sebab momen bahagia bagi kedua pasangan pengantin itu, bersifat mengumpulkan massa dan bertentangan protokol covid-19 oleh pemerintah.

Namun demikian, seiring berjalannya waktu memasuki tatanan kehidupan baru, masyarakat harus kembali beraktifitas seperti biasa meski ditengah pandemi.

Jika berlarut-larut masyarakat akan merasakan dampak yang lebih besar lagi, baik dari segi ekonomi maupun sosial.

Walikota Banjarmasin Ibnu Sina menyampaikan, seiring penerapan tatanan kehidupan baru pada juni 2020 lalu, acara yang bersifat kerumunan massa turut diperbolehkan.

"Namun tetap dengan kapasitas sesuai dan protokol kesehatan. Sebelum resepsi pihak mempelai harus melayangkan surat dulu kepada Gugus Tugas Banjarmasin," tegasnya.

Setelah menyerahkan surat, Gugus Tugas akan memberikan persetujuan kepada tim penilai dari Bhabinsa dan Bhabinkamtibmas serta Dinkes.

“Begitu aturannya dan tim penilai yang berhak memberikan izin, menerapkan protokoler kesehatan atau tidak,” terangnya.

Ibnu Sina lanjut menerangkan pedoman pelaksanaan protokol kesehatan inilah yang mengatur kerumunan massa ketika berada di dalam ruangan saat acara.

"Boleh asal 50 persen dari kapasitas gedung atau tempat resepsi yang sudah diatur Peraturan Wali Kota (Perwali) Banjarmasin Nomor 60 Tahun 2020,'' jelasnya.

Sementara mekanisme tersebut diketahui juga telah disepakati antara Pemko bersama Wedding Organizer (WO), beberapa waktu lalu di Balai Kota Banjarmasin.

"Dinkes punya kewajiban memberikan rekomendasi kepada panitia penyelenggara resepsi pernikahan,” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00