Kunjungan Panglima TNI dan Kapolri demi Menguatkan Masyarakat Melawan Covid-19

(Photo : Humas Pemprop)

KBRN Bankarmasin : Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis yang kehadirannya diwakili oleh Irwasum Polri, Komisaris Jenderal Polisi Agung Budi Maryoto beserta rombongan melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Kalimantan Selatan, pada hari ini, Kamis tanggal 23 Juli 2020, bertempat di Gedung Idham Chalid Setdaprov Kalsel di Banjarbaru.

Pada kesempatan ini, Panglima TNI dan Irwasum Polri melaksanakan kegiatan Bakti Sosial dengan menyerahkan bantuan secara simbolis kepada Babinsa Liang Anggang, Babin kamtibmas Landasan Ulin Barat, Ormas Emergency Banjar Respon, PMI Banjar, dan Tagana Prokasa, bantuan ini terdiri dari 2 ton beras dan 300 paket sembako berupa beras 5 kg, minyak goreng 1 liter, teh celup 1 kotak, gula 1 kg, dan sarden 1 kaleng.

Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor menjelaskan kemampuan kapasitas PCR di Kalsel sebelumnya sangat terbatas. Jumlah spesimen yang masuk melebihi kapasitas per hari, sehingga terjadi penumpukan spesimen yang menyebabkan pasien harus menunggu hasil tes swab lebih dari 14 hari, namun saat ini penumpukan spesimen sudah mulai terurai dan kemampuan pemeriksaan spesimen menjadi 1.218 per hari. 

“Ini semua berkat kerjasama dengan beberapa rumah sakit dan laboratorium kesehatan yang ada di daerah, serta bantuan alat PCR dari pemerintah pusat” jelas Sahbirin Noor.

Selain itu Pemprov Kalsel juga telah mengirimkan 2.846 spesimen ke Universitas Andalas, Padang, Sumatera Barat dan baru-baru ini kami telah melakukan kerjasama pengembangan alat PCR antara Pemprov Kalsel, Polda Kalsel, dan PT. Pamapersada Nusantara. ini adalah upaya bersama agar angka positif covid-19 di kalimantan selatan dapat melandai. Dengan adanya upaya-upaya untuk mengurai penumpukan jumlah spesimen yang ada, tentunya Pemprov Kalsel pun mengharapkan dukungan logistik terkait dengan reagen pcr, vtm, cart-ridge untuk tcm, dan alat pelindung diri (apd). Selain itu, Pemprov Kalsel juga masih kekurangan sumber daya manusia atau tenaga kesehatan untuk penanganan pasien covid-19. 

“Walaupun kita masih terus berjuang menghadapi pandemi ini, tapi kita masih bersyukur, karena saat ini case fatality rate atau tingkat fatalitas angka kematian terus menurun, yang mana sebagian besar penyebab kematian adalah karena adanya penyakit penyerta. Angka kesembuhan dari pasien Covid-19 di Kalsel terus meningkat, sedangkan semoga apa yang kita usahakan bersama selama ini akan terus memberikan kabar baik untuk kita semua” ucap Sahbirin Noor kembali. 

Dalam menangani pasien Covid-19 terdapat 7 rumah sakit pelayanan rujukan dengan total tempat tidur sebanyak 501 tempat tidur, direncanakan pengembangannya sampai 1.113 tempat tidur. Selain itu Provinsi Kalimantan Selatan menyediakan tempat karantina khusus, dengan total tempat tidur sebanyak 1.612 tempat tidur. Selanjutnya ke depan, pelayanan karantina atau isolasi mandiri di Kabupaten/Kota, kita dorong untuk lebih baik lagi. Langkah-langkah strategis yang sudah dan akan terus dilakukan dalam menangani Covid-19 di Kalimantan Selatan.

Memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang Covid-19 adalah tantangan untuk kita semua. Sosialiasi, edukasi, dan komunikasi terus digerakkan hingga ke desa-desa, bahkan ke tingkat RT. 

Sahbirin Noor sampaikan terimakasih kepada TNI dan Polri, yang sudah sangat banyak membantu kegiatan sosialisasi ini, dari jajaran tertinggi hingga kepada para anggota Babinsa dan Babinkamtibnas dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19, telah dibangun 189 kampung tangguh banua di 13 kabupaten/kota se-kalimantan selatan. kita harapkan dengan adanya kampung tangguh banua ini dapat meningkatkan disiplin masyarakat terhadap protokol kesehatan Covid-19. Dengan berbagai upaya dan sinergitas pemerintah, TNI, dan Polri, harapkan bisa segera keluar dari zona merah, dan kemudian bisa hidup dengan cara beradaptasi dengan kebiasaan baru.

Dalam kesempatan ini pula Gubernur Kalimantan Selatan, H. Sahbirin Noor melaporkan bahwa dalam menghadapi Karhutla tahun ini Kalsel memiliki kekuatan personil gabungan sebanyak 2.784 orang. Sosialisasi pencegahan karhutla terus dilakukan, baik itu dari media sosial, media elektronik, media luar bahkan hingga pembekalan masyarakat di desa-desa. 

Masalah Kebakaran hutan ini dirasakan cukup mengganggu terutama di area  seperti bandara yang biasanya terdapat kabut asap yang cukup tebal. Inilah yang kemudian menjadi prioritas wilayah penanganan karhutla disamping area rawan terbakar lainnya.

Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor juga menyampaikan bahwa Kalimantan Selatan menjadi daerah yang akan menyelenggarakan Pilkada serentak Tahun 2020. 

“Kita akan menyelenggarakan pemilihan gubernur, serta pemilihan Bupati di lima Kabupaten dan pemilihan Walikota di dua Kota. Pilkada di tengah pandemi Covid-19 ini, tentu saja memerlukan persiapan yang lebih matang, dengan tetap mengutamakan protokol kesehatan. untuk mendukung ini, pemerintah provinsi kalimantan selatan telah menghibahkan alat pelindung diri kepada KPU dan Bawaslu” jelas Sahbirin Noor dihadapan Panglima TNI dan Irwasum Polri. 

Dari sisi pendanaan, dana untuk penyelenggaraan pilkada sudah siap dan telah diserahkan kepada penyelenggara Pilkada, baik KPU maupun Bawaslu Provinsi Kalsel. Dalam pelaksanaannya, tentu saja agenda Pilkada ini memerlukan dukungan penuh dari TNI dan Polri, khususnya terkait dengan ketertiban dan keamanan. Sekalipun di tengah pandemi Covid-19, Pilkada di Kalsel harus disukseskan bersama. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00