Dua Perusahaan di Bati-Bati Gelar Rapid Tes Massal

Humas Tala

KBRN Banjarmasin : Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Laut (Tala) melalui Gugus Tugas Pencegahan Penanggulangan Covid-19 Tala terus melakukan upaya agar Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tidak diberlakukan di Kabupaten Tala, karena  dinilai akan membatasi aktivitas masyarakat dan membuat lesu aktivitas ekonomi , Pemkab Tanah Laut mengadakan rapid tes di perusahaan-perusahaan yang beroperasi di kabupaten tersebut.

Setelah melakukan rapid tes di Pasar Grosir Sayur Hasan Basri Pelaihari, kini giliran perusahaan PT. Indofood Sukses Makmur  dan pabrik pakan ternak PT. Cheiljedang Feed Kalimantan (PT CJFK) yang disasar, Jumat (15/5/2020).

Dari dua perusahaan yang berlokasi di Kecamatan Bati-Bati tersebut, tim medis Gugus Tugas Pencegahan Penanggulangan Covid-19 Tala mendapatkan masing-masing satu karyawan yang reaktif.

Di PT Indofood Sukses Makmur, tim medis melakukan rapid tes kepada 42 karyawan yang setiap hari pulang pergi ke Banjarmasin dan Banjarbaru, sedangkan di PT CJFK, rapid tes dilakukan terhadap 66 karyawan.

Pelaksanaan rapid tes ini dipantau langsung Wakil Bupati Tala, Abdi Rahman, dan anggota Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19.

Menurut Wabup Tala, langkah percepatan penanggulangan Covid-19 terpaksa harus ditempuh untuk menghindari diberlakukannya PSBB, seperti Banjarmasin dan beberapa kota lainnya di Kalsel.

“Langkah pertama kita melakukan rapid tes terhadap karyawan perusahaan yang bolak-balik dari kabupaten atau kota lain yang sudah menjadi zona merah dan menerapkan PSBB,” jelas Abdi seusai meninjau pelaksanaan rapid test di PT Indofood dan PT CJFK Jumat (15/5/2020) sore.

“Kalau ada salah satu dari karyawan yang reaktif, mau tidak mau kita akan melakukan rapid tes terhadap seluruh karyawan perusahaan tersebut,” imbuh Abdi.

Sementara pihak PT CJFK yang satu orang karyawannya dinyatakan reaktif, siap menjalani rapid tes untuk seluruh karyawan.

“Besok (Sabtu 16/5) pagi, kami akan kumpulkan karyawan yang belum menjalani rapid tes,” kata Bayu Prastya, Humas PT CJFK.

Sedang karyawan PT CJFK dan PT Indofood yang dinyatakan reaktif, langsung dibawa ke Fasilitas Karantina Khusus Covid-19 di eks RSUD Hadji Boejasin, untuk menjalani karantina dan diambil sampel untuk dilakukan tes SWAB.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00