Dengan Palnam Fashion Week, FAD Kampanyekan Gerakan Stop Kekerasan Dan Eksploitasi Anak

Istimewa

KBRN, Banjarmasin : Puluhan anak dari Forum Anak Daerah (FAD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) berkunjung ke Perpustakaan Palnam, sebagai perpustakaan daerah milik Pemerintah Provinsi Kalsel yang dikelola Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kalsel.

Selain untuk melihat layanan Perpustakaan Palnam, kunjungan ini juga dalam rangka mengampanyekan gerakan stop kekerasan dan eksploitasi terhadap anak melalui pekan fashion week Perpustakaan Palnam.

Mereka pun bergaya layaknya model yang melintasi penyeberangan jalan buatan, di halaman Kantor Dispersip Kalsel, sembari membawa papan kampanye stop kekerasan terhadap anak.

Sub Koordinator Pelayanan dan Kerja Sama Perpustakaan, Ermawati yang menyambut kunjungan FAD ini berharap, FAD Kalsel bisa lebih mempromosikan minat baca kepada masyarakat khususnya generasi muda di Kalsel.

“Khususnya anak-anak sekolah, pelajar, mahasiswa dan juga masyarakat umum. Jadi FAD bisa mengajak kepada masyarakat umum bahwa perpustakaan di Kalsel ini ada tempatnya di Km 6 dan bisa juga mengajak saudara-saudaranya untuk datang ke perpustakaan guna meningkatkan minat baca,” kata Ermawati, melalui siaran pers Dispersip Kalsel, Banjarmasin, Selasa (16/8/2022).

Sedangkan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kalsel, Adi Santoso melalui siaran pers Dispersip Kalsel menanggapi, pekan fashion week Perpustakaan Palnam ini merupakan suatu kegiatan yang kreatif, terlebih kegiatan seperti ini sangat disukai oleh generasi milenial.

“Memang saat ini pekan fesyen lagi ramai dan disukai banyak generasi milenial, hingga kita dapat pula menyisipkan kampanye cegah kekerasan terhadap anak,” tutur Adi.

Sementara itu, Kepala Seksi Hak Sipil dan Informasi DPPPA Kalsel, Aida Rosdiana selaku pimpinan rombongan FAD Kalsel mengaku, kedatangan pihaknya ini sebagai bentuk sinergi antar satuan kerja perangkat daerah, dalam meningkatkan giat dan promosi dunia literasi, khususnya kepada anak agar tumbuh minat dan kecintaan kepada buku.

Aida bahkan mengapresiasi fasilitas dan layanan yang ada dengan area yang nyaman, bersih, serta rapi untuk dikunjungi masyarakat.

“Saya kira ini juga bisa menjadi salah satu referensi tempat untuk terapi menghilangkan rasa trauma bagi korban kekerasan, baik secara fisik, verbal, maupun seksual, dengan kegiatan mendongeng maupun membaca buku,” ujar Aida.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar