Rayakan Idul Fitri 1442 H, Kalapas Karang Intan Sholat Ied Bersama Warga Binaan

Lapas Karang Intan Martapura

KBRN, Martapura : Gema takbir tidak henti berkumandang ke seluruh penjuru Lapas Karang Intan sejak subuh hari, sebagai pertanda telah tiba hari kemenangan 1 Syawal 1442H. Kepala Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA Karang Intan, Wahyu Susetyo, hadiri sholat Idul Fitri 1442 H/2021 M bersama ratusan warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Masjid At-taubah Lapas Karang Intan, Kamis (13/5/2021).

Pada kesempatan tersebut, Kalapas membacakan sambutan Menteri Hukum dan HAM, Yasona H Laoly sekaligus menyerahkan secara simbolis surat keputusan (SK) remisi khusus Idul Fitri 1442H kepada perwakilan warga binaan. Tahun ini, sebanyak 674 orang warga binaan Lapas Karang Intan terima remisi khusus Idul Fitri 1442H.

“Dalam kesempatan yang berbahagia ini, izinkan saya mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah kepada seluruh umat Islam di seluruh tanah air, dan di mana pun berada. Walau dalam kondisi pandemic Covid-19, kenikmatan dan keindahan masih bisa kita rasakan. Dapat dilihat dan dirasakan, kegembiraan tersebut terpancar dari setiap orang, saling memaafkan kesalahan masing-masing,” ucap Wahyu membacakan sambutan.

“Kepada seluruh warga binaan, saya mengajak untuk terus berperan aktif dalam mengikuti segala bentuk program pembinaan dan tidak melakukan perbuatan yang melanggar tata tertib dan melanggar hukum di Lapas, sehingga dapat menjadi bekal mental positif untuk saudara kembali ke masyarakat” ajak Kalapas dalam kalimat nya.

Bertindak selaku khotib dan imam pada pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1442H Masjid At-taubah Lapas Karang Intan yakni Ustadz H. Muhammad dari Kementerian Agama Kabupaten Banjar.

Dalam khutbah nya, beliau menyampaikan hikmah dari berpuasa dan makna kemenangan yang diraih setelah menjalankan ibadah ramadhan sebulan penuh.

“Kumandang takbir dan tahmid sesungguhnya adalah wujud kemenangan dan rasa syukur kaum muslimin kepada Allah Swt, atas keberhasilan meraih fitrah atau kesucian melalui perjuangan lahir bathin selama menjalankan ibadah di bulan ramadhan,” ujarnya.

“Suasana kemenangan ini, marilah kita menghayati kembali makna kefitrahan kita, sebagai hamba Allah. Idul Fitri yang dimaknai kembali pada kesucian rohani, atau kembali ke asal kejadian manusia yang suci, atau kembali ke agama yang benar, sesungguhnya mengisyaratkan, bahwa setiap orang yang merayakan Idul Fitri berarti dia sedang merayakan kesucian rohaninya, mengurai asal kejadian dan menikmati keberagaman yang benar, keberagamaan yang diridhoi Allah Swt,” lanjut ustadz Muhammad.

“Di sinilah sesungguhnya letak keagungan dan kebesaran hari raya Idul Fitri, hari di mana para hamba Allah merayakan keberhasilan, mengembalikan kesucian diri nya dari segala dosa dan kekhilafan, melalui pelaksanaan amal soleh dan ibadah puasa selama ramadhan,” tutup nya.

Turut hadir pada kegiatan sholat Idul Fitri kali ini, Kepala Bidang Pembinaan, Bimbingan dan Teknologi Informasi Divisi Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Selatan, Sudirman Jaya, para pejabat struktural dan pegawai Lapas Karang Intan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00