Dirazia Satpol PP, Pedagang Mengaku Tak Terima Edaran

Satpol PP Banjarmasin

KBRN, Banjarmasin: Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Damkar kota Banjarmasin menggelar razia terhadap sejumlah warung makan yang buka di siang hari saat bulan Ramadhan, Senin (19/4/2021). 

Hal ini dilakukan sebagai upaya penegakan Peraturan Daerah (Perda) nomor 4 tahun 2005, perubahan dari Perda nomor 13 tahun 2003 tentang larangan Kegiatan pada Bulan Ramadhan.

Razia warung nasi yang buka siang hari tersebut dilakukan dengan mendatangi sejumlah titik mulai dari terminal kilometer 6, kawasan Benua Anyar, Jalan Cendana Kayutangi, hingga Jalan Dahlia Banjarmasin Tengah. 

"Kita menyisir ke Pal 6, disana ada satu warung yang buka. Kemudian ke Cendana (Kayutangi) kebetulan waktu kita datang mereka sudah tutup. Tapi ada salah satu rumah makan ayam geprek yang buka. Selanjutnya kita ke arah Dahlia, disana ada dua tempat yang ada tulisannya buka. Karena ada tulisan buka, kami sambangi. Ternyata mereka belum buka," kata Kasi Penyidik Perda Satpol PP dan Damkar Banjarmasin, Muliyadi.

Lebih lanjut, para pedagang terindikasi menjual makanan tersebut akan diproses. Jika Memang terbukti, maka ancaman pidana kurungan 3 bulan dan denda maksimal 50 juta menanti mereka.

"Untuk yang terindikasi menjual makanan, nanti akan kita proses. Mereka kita suruh datang ke kantor untuk memberikan klarifikasi," tambahnya.

Sementara itu, pedagang yang tetap buka beralasan mereka belum menerima edaran tentang jam buka dan tutup warung makan selama Ramadan. Padahal edaran tersebut sudah menjadi aturan baku setiap tahun dan telah disebar.

Seperti yang dituturkan Angga Setiawan, Supervisor warung makan Susu dan Ayam Geprek Kayutangi. Dirinya mengaku sama sekali tidak menerima surat edaran mengenai larangan buka pada siang hari. Terlebih pada ramadhan tahun lalu, juga tidak ada peringatan serupa.

"Tidak ada (edaran). Setahu saya, kota-kota besar seperti di Balikpapan dan Balikpapan, mereka ada surat edaran seminggu menjelang Ramadhan. Berkaca dari tahun lalu juga tidak ada edaran, jadi saya kira masih sama," kata Angga Setiawan, Supervisor Susu dan Ayam Geprek Kayutangi. 

Angga mengaku kaget saat didatangi petugas. Padahal Angga berasumsi pihaknya hanya melayani untuk take away, bukan makan di tempat.

"Kami hanya melayani pemesanan via online saja. Tidak makan ditempat," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00