Pertamina Putuskan Kerjasama dengan 35 Pangkalan Gas Elpiji

Istimewa

KBRN, Banjarmasin : Kelangkaan Gas Elpiji 3 kg yang masih sering terjadi di Kalimantan Selatan terus  menjadi keluhan masyarakat, PT. Pertamina pun bertindak tegas dengan memutus usaha penjualan gas elpiji kepada pangkalan “nakal”.

Tercatat ada sebanyak 32 pangkalan yang sudah diputus pada tahun 2020, dan 2021 ada 3 pangkalan diberikan sanksi oleh Pertamina kepada pangkalan tersebut.

“Akan terus bertambah jika ada pangkalan yang terindekasi melakukan kenakalan, dan pertaminan akan memberikan sangsi mulai surat pembinaan, sourcing bahkan langsung hubungan putus usaha,” kata Drestanto Sales Pertamina Area Manager Kalsel-Teng, Drestanto Nandiwardhana, Rabu (3/3/2021)

Pelanggaran yang ditindak pertamina ditambahkan Drestanto, seperti pada tingkal pangkalan saja, misal mereka menjual diatas Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 17.500, penimbunan, pangkalan menjual lebih kepada pihak-pihak pengecer.

Selain itu menurut Drestanto, sampai saat ini infrastruktur seperti jalan dan jembatan belum juga terselesaikan. Mobil tangki masih kesulitan untuk menembus jalur.

“Saat ini jalan Gubernur Sarkawi sudah mulai bisa dilalui namun ketika hujan pasti terkendala lagi,”tuturnya.

Ia pun menginformasikan kepada semua pihak jika ada yang melakukan atau merugikan terkait elpiji 3 kg segera laporkan kepertamina dengan menghubungi hotline 135.

Sementara Pj Gubernur Kalsel, Safriza ZA telah mengeluarkan edaran, bahwa penggunaan elpiji 3 kg tidak boleh digunakan masyarakat yang berpenghasilan Rp 1,5 juta, ASN, para pengusaha rumah makan, perhotelan, restoran bahkan kantor-kantor pemerintah maupun swasta.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00