Gerak BRICSK Dalam Ekonomi Global 

Istimewa

KBRN, Banjarmasin  :  Kerjasama ekonomi antar Negara merupakan hal yang biasa dilakukan, baik bilateral maupun multilateral. Termasuk BRICSK ini. 

Demikian diungkapkan Sulaimansyah, Kakanwil Ditjen Perbendaharaan Kalsel.

"Setiap Kebijakan ekonomi yang dihasilkan dari kerjasama antar Negara, pasti sedikit banyak mempengaruhi perkembangan ekonomi global. Apalagi BRICSK dengan kekuatan ekonomi yang hampir separoh kekuatan ekonomi global," ungkap Sulaimansyah, Minggu (3/7/2022).

"Apakah dampak positif atau negatif terhadap ekonomi global, tentunya tergantung dari kebijakan strategi ekonomi yang dihasilkan. Bisa kebijakan ekonomi ekspansif atau bisa juga kebijakan ekonomi pengetatan," Sulaimansyah menegaskan.

Katanya, biasanya yang dipengaruhi atas Kebijakan Kerjasama ekonomi global ini adalah Pasar Global, yaitu Pasar Modal, Pasar Uang maupun Pasar Komoditas yang pada akhirnya akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi global dan inflasi. 

Sebagai informasi data terkini sampai 27 Juni 2022, jelas Sulaimansyah, menunjukkan bahwa untuk Pasar Modal yaitu Pasar Saham menguat setelah mengalami pelemahan tajam pada pekan sebelumnya, sementara Pasar Obligasi turun 10 bps. Dari pasar uang, indeks Dolar AS melemah sebelum 0,49% terhadap mata enam uang utama dunia. Pasar Komoditas.

"Harga minyak jenis Brent tidak berubah pada harga US$113,12 per barel, sedangkan harga minyak jenis WTI terkoreksi 1,77% pada harga US$107,16 per barel. Harga komoditas batu bara ICE Newcastle pada akhir pekan lalu (17/6/2022) menguat 1,96% mencapai harga US$397,00 perton. Harga CPO Malaysia Derivative Exchange sepanjang pekan lalu (17/6/2022) turun tajam 15,47% hingga mencapai level US$1.092,12 perton," Sulaimansyah menyebutkan.

Katanya, dari perkembangan Pasar Global tersebut,  menunjukkan adanya fluktuasi yang cukup bearish dan sangat dipengaruhi oleh ekspektasi dan kebijakan ekonomi negara-negara di dunia.

Kementerian Keuangan date to date terus melakukan pemantauan yang ketat dan detil terhadap perkembangan harga komoditas dan ekonomi global tersebut dan dampaknya terhadap ekonomi domestik, sehingga dapat mengambil langkah-langkah antisipatif untuk mempengaruhi dampak-dampak tersebut, terutama dampak negatif bagi perekonomian Indonesia.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar