HET Gas Melon Naik Rp 1 Ribu, Kalsel Masih Paling Murah

Plt Ketua DPC Hiswana Migas Kalsel, Hj Syarifah Rugayah. foto: istimewa

KBRN, Banjarmasin: Melalui Surat Keputusan Gubernur Kalsel Nomor 188.44/0385/KUM/2022 sejak 11 Mei 2022 lalu pihak Himpunan Wiraswasta Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) resmi lakukan penyesuian Harga Eceran Tertinggi (HET) Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 Kg sebesar Rp 1000 yaitu Rp18.500 pertabung. 

Kenaikan HET LPG 3 Kg sebesar Rp18.500 pertabung dari sebelumnya Rp17.500 pertabung. 

Plt Ketua DPC Hiswana Migas Kalsel, Hj Syarifah Rugayah mengatakan, sejauh ini kebijakan kenaikan harga telah melalui berbagai pertimbangan, bahkan jika dibandingkan dengan area wilayah Kalimantan lainnya penyesuaian di daerah kalsel sudah paling rendah.

Dicontohkannya, misalnya di Palangkaraya Kalteng HET LPG 3 Kg mencapai Rp22.000 pertabung dan di Kaltim menyentuh harga Rp19.500 pertabung.

"Ya kami rasa penyesuaian ini tidak memberatkan masyarakat bawah, sebab kenaikannya masih paling murah hanya 1000 rupiah pertabung, " Kata Plt Ketua DPC Hiswana Migas Kalsel, Hj Syarifah Rugayah.

Diungkapkannya, sebelum kenaikan ini diputuskan pihaknya terlebih dahulu menyampaikan hal ini kepada Gubernur Kalsel, H. Sahbirin Noor dan berpesan agar kenaikan harga tersebut tidak membebani masyarakat kecil meski di Provinsi tetangga kenaikannya lebih tinggi. 

Padahal sewaktu rapat terbatas bersama Pemprov Kalsel Hiswana Migas mengusulkan Rp20.000 pertabung. 

Pihaknya menegaskan kepada masyarakat bahwa HET ini naik jangan diasumsikan ada kenaikan keuntungan yang didapat, apalagi sudah 7 tahun terakhir HET ini tidak naik.

Hal ini tidak sebanding dengan operasional angkutan LPG sudah beberapa kali naik, mulai dari sperpart motor, biaya tenaga kerja hingga biaya BBM untuk angkutannya.

“Namun Gubernur Kalseld engan berbagai pertimbangan hanya menyetujui kenaikan HET sebesar Rp1.000 pertabung menjadi Rp18.500 pertabung,” tukasnya

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar