Bayar Pajak Motor Malam Hari? Samsat Buka Layanan Samalam

KBRN, Banjarmasin  :  Untuk menggali potensi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) melalui Samsat UPPD Banjarmasin Dua Kayu Tangi, dibuka program Samsat Bayar Malam (Samalam).

Program Samalam sudah dimulai tadi malam, Jum’at (21/1/2022) yang selanjutnya beroperasi setiap hari, kecuali malam Jum'at, mulai pukul 16.00 sampai 21.00 Wita di Samsat UPPD Banjarmasin Dua di jalan Brigjen H Hasan Basri (Kayu Tangi) Banjarmasin.

Menurut Agus Dyan Nur, Kepala Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Provinsi Kalsel, yang juga Plt. Kepala Samsat UPPD Banjarmasin Dua, dengan adanya program ini, Pihaknya ingin memberikan kemudahan kepada masyarakat. Diharapkan, masyarakat sambil jalan, bisa bayar pajak kendaraan bermotornya di tempat tersebut.

"Ini untuk membantu masyarakat yang mungkin siang tidak ada waktu karena kesibukan beraktifitas. Sekarang kita beri kesempatan pada malam hari," ungkap Agus.

Disebutkan, program Samalam, selain memberikan kemudahan masyarakat, juga ditarget untuk merelaisasikan target pendapatan dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) yang setiap tahun naik sekitar 1,6 persen pertahun.

“Dari realisasi 2020 sampai 2021 ada kenaikan. Di 2022 ini juga ada target-target yang cukup besar. Untuk tahun ini target Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) keseluruhan UPPD di Kalimantan Selatan sebesar 800 milyar rupiah,”jelasnya

Sementara itu, Muhammad Yani Helmi Anggota Komisi Dua DPRD Kalsel, yang akrab disapa Paman Yani, mengapresiasi terobosan yang dilakukan jajaran  Badan Keuangan Daerah melalui Samsat UPPD Banjarmasin Dua.

"Nah di sini negara hadir, artinya Pemerintah hadir. Malampun (layanan) dibuka. Ini yang memudahkan Masyarakat kita, khususnya Kota Banjarmasin dan insyaallah disusul juga oleh Kabupaten yang lain," ungkap Paman Yani.

Menurut Paman Yani, kemudahan ini seharusnya merata di 13 Kota dan Kabupaten di Kalimantan Selatan dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi setempat.

Namun tegasnya, minimal ada Samsat Keliling seperti ini yang melayani ke pelosok-pelosok daerah dan desa. Karena itu mempermudah masyarakat untuk membayar pajak.

Terkait masih banyaknya wajib pajak yang belum memenuhi kewajibannya, Paman Yani juga mengusulkan untuk agar Bakeuda melalui Samsat melakukan razia langsung dengan menempeli stiker-stiker di mobil yang belum bayar pajak terutama yang sudah menunggak sampai sekian tahun.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar